Dini Hari, Gempa 4,8 Magnitudo Guncang Wilayah Melonguane

Dini Hari, Gempa 4,8 Magnitudo Guncang Wilayah Melonguane

Bagikan:

MELONGUANE – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Kamis (08/01/2026) dini hari. Getaran gempa tercatat terjadi sekitar pukul 00.35 WIB dan dirasakan oleh sebagian warga yang tengah beristirahat malam.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada cukup jauh dari daratan. Laporan BMKG menyebutkan, episenter gempa terletak di wilayah laut, tepatnya sekitar 387 kilometer arah timur laut Melonguane. Dengan jarak tersebut, gempa diperkirakan tidak menimbulkan dampak signifikan di kawasan permukiman.

“Kedalaman 10 km,” kata BMKG di X.

BMKG menjelaskan, gempa tersebut tergolong gempa dangkal. Gempa dengan kedalaman relatif rendah umumnya dipicu oleh aktivitas sesar aktif di dasar laut atau pergerakan lempeng tektonik. Meski magnitudonya tidak tergolong besar, gempa dangkal tetap berpotensi menimbulkan getaran yang dapat dirasakan di wilayah tertentu, tergantung jarak pusat gempa dan kondisi geologi setempat.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan, korban jiwa, maupun gangguan aktivitas masyarakat akibat peristiwa tersebut. BMKG juga belum mengeluarkan peringatan tsunami, mengingat kekuatan gempa dinilai tidak memenuhi kriteria untuk memicu gelombang laut besar.

Wilayah Kepulauan Talaud dan sekitarnya memang dikenal sebagai salah satu kawasan rawan gempa di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh letaknya yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif, termasuk Lempeng Pasifik dan Lempeng Eurasia. Aktivitas seismik di kawasan ini relatif sering terjadi, baik dalam skala kecil maupun menengah.

Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta untuk terus memantau informasi resmi yang disampaikan oleh BMKG melalui kanal komunikasi yang telah disediakan.

Selain itu, masyarakat di wilayah rawan gempa diingatkan untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dengan memahami langkah-langkah mitigasi bencana. Kesiapan menghadapi gempa, seperti mengetahui jalur evakuasi, mengamankan barang-barang di dalam rumah, serta memahami prosedur penyelamatan diri, dinilai penting guna meminimalkan risiko apabila terjadi gempa susulan yang lebih kuat.

BMKG sendiri terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik di wilayah Indonesia, termasuk di kawasan timur seperti Sulawesi Utara. Data gempa yang terekam akan dianalisis secara berkelanjutan untuk memastikan perkembangan kondisi tektonik dan memberikan informasi akurat kepada masyarakat.

Dengan tidak adanya laporan dampak sejauh ini, aktivitas masyarakat di Melonguane dan sekitarnya dilaporkan berjalan normal. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi gempa susulan tidak dapat sepenuhnya diabaikan dalam waktu dekat. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews