DENPASAR — Cuaca ekstrem kembali menimbulkan dampak di wilayah pesisir Bali. Angin kencang yang melanda kawasan Jalan Pantai Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Kamis (08/01/2026) dini hari, menyebabkan sejumlah bangunan kafe di kawasan wisata kuliner tersebut mengalami kerusakan. Peristiwa ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pelaku usaha dan aparat setempat dalam menghadapi kondisi cuaca yang sulit diprediksi.
Sedikitnya enam kafe dilaporkan terdampak dalam kejadian tersebut. Kerusakan yang terjadi umumnya menimpa bagian atap bangunan yang tidak mampu menahan terpaan angin berkecepatan tinggi. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa tersebut, sehingga situasi relatif dapat dikendalikan dengan cepat.
Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Komang Agus Dharmayana, menyampaikan bahwa bangunan yang mengalami kerusakan merupakan kafe-kafe yang berada di sepanjang garis pantai Jimbaran.
“Kafe yang terdampak kerusakan meliputi Cafe Nyoman, Cafe Lia, Cafe Denas, Cafe Bayang, Cafe Bambu, dan Cafe Jimbaran Beach. Kerusakan yang terjadi bersifat materiil, dan hingga saat ini tidak ditemukan adanya korban jiwa,” kata Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Komang Agus Dharmayana, Kamis (08/01/2026).
Ia menjelaskan, angin kencang mulai menerjang kawasan tersebut sekitar pukul 03.00 Wita. Pada jam tersebut, sebagian besar aktivitas usaha telah berhenti sehingga tidak ada pengunjung maupun pekerja yang berada di lokasi. Kondisi ini dinilai turut meminimalkan risiko jatuhnya korban akibat kerusakan bangunan.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, aparat kepolisian bersama Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Jimbaran langsung mendatangi lokasi kejadian. Langkah awal difokuskan pada pengamanan area, pendataan kerusakan, serta memastikan tidak ada warga atau pekerja yang tertimpa reruntuhan bangunan.
“Aparat kami langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan kondisi aman serta mengantisipasi potensi bahaya lanjutan,” ujar Dharmayana. Hingga Kamis siang, situasi di sekitar kawasan pantai Jimbaran dilaporkan telah kembali kondusif, meskipun sejumlah puing bangunan masih terlihat di beberapa titik.
Proses pembersihan dan penanganan lanjutan atas kerusakan bangunan kafe tersebut akan dikoordinasikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung. Aparat setempat masih menunggu langkah teknis dari instansi terkait, termasuk kemungkinan penilaian kerusakan dan rekomendasi penguatan bangunan agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.
“Kami hadir untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, serta melakukan koordinasi lintas instansi terkait penanganan pasca kejadian,” kata dia.
Di sisi lain, peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pelaku usaha di kawasan pesisir untuk lebih memperhatikan faktor keselamatan bangunan. Angin kencang dan hujan deras yang kerap terjadi pada musim tertentu berpotensi menimbulkan kerugian materiil apabila bangunan tidak dirancang sesuai standar keamanan.
Dharmayana juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” katanya.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat sistem peringatan dini serta melakukan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha pariwisata. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan bersama sekaligus menjaga citra kawasan wisata Bali yang menjadi tujuan utama wisatawan domestik dan mancanegara. []
Diyan Febriana Citra.

