Hujan Deras dan Angin Kencang Robohkan Lima Rumah di Tambakrejo

Hujan Deras dan Angin Kencang Robohkan Lima Rumah di Tambakrejo

Bagikan:

BOJONEGORO – Cuaca ekstrem kembali menimbulkan dampak serius di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan lima rumah warga di Kecamatan Tambakrejo mengalami kerusakan berat hingga roboh, Kamis (08/01/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan sempat membuat warga setempat panik karena kondisi cuaca berubah drastis dalam waktu singkat.

Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, hujan dengan intensitas tinggi disertai terpaan angin kencang melanda kawasan Tambakrejo sebelum akhirnya merobohkan sejumlah bangunan milik warga. Kapolsek Tambakrejo, AKP Nursayit, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem tersebut menjadi pemicu utama kerusakan rumah warga.

“Sekira pukul 18.00 WIB terjadi hujan deras disertai angin kencang yang mengakibatkan beberapa rumah warga roboh di Kecamatan Tambakrejo,” ujar AKP Nursayit.

Lima rumah dilaporkan terdampak cukup parah dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Salah satu rumah yang mengalami kerusakan terbesar adalah milik Sakur (49), anggota TNI Angkatan Laut yang tinggal di Desa Ngrancang RT 04 RW 01. Rumah tersebut diperkirakan mengalami kerugian materiil hingga Rp50 juta akibat bagian atap dan struktur bangunan yang roboh.

Selain itu, rumah milik Naviudin (43) yang berada di RT 01 RW 01 juga mengalami kerusakan cukup berat dengan estimasi kerugian mencapai Rp40 juta. Kerusakan terjadi pada bagian atap dan dinding rumah yang tidak mampu menahan terpaan angin kencang.

Dua rumah lainnya, masing-masing milik Ipen (55) di RT 06 RW 01 dan Bambang (40) di RT 02 RW 01, juga terdampak cukup signifikan. Kerugian dari kedua rumah tersebut ditaksir masing-masing mencapai Rp25 juta. Sementara itu, rumah Kaspi Praktikno (55) yang berada di Desa Jatimulyo RT 05 RW 03 mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian sekitar Rp20 juta.

“Secara keseluruhan, total kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp160 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut,” ucapnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi warga setempat terkait potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Sejumlah warga mengaku tidak menyangka angin kencang datang begitu cepat dan menyebabkan bangunan roboh dalam hitungan menit.

Pasca kejadian, aparat kepolisian bersama pemerintah desa dan unsur terkait langsung melakukan pendataan di lokasi terdampak. Koordinasi juga dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat guna menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan pemberian bantuan darurat bagi warga yang rumahnya rusak.

Selain melakukan pendataan, petugas juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Warga diminta mengamankan barang-barang penting dan menghindari berteduh di bangunan yang rawan roboh saat cuaca ekstrem terjadi.

Hingga saat ini, situasi di Kecamatan Tambakrejo dilaporkan sudah berangsur kondusif. Namun demikian, aparat dan pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi warga terdampak untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews