HUT ke-69 Kaltim, Infrastruktur Dinilai Masih Jadi Tantangan

HUT ke-69 Kaltim, Infrastruktur Dinilai Masih Jadi Tantangan

Bagikan:

SAMARINDA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar pada Jumat (09/01/2026) di GOR Kadrie Oening, Samarinda, menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus penegasan arah pembangunan daerah ke depan. Perayaan tersebut tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi terhadap berbagai isu strategis yang dinilai krusial bagi kemajuan dan pemerataan pembangunan di Benua Etam.

Salah satu isu utama yang mengemuka dalam peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Timur adalah pentingnya penguatan konektivitas dan pembangunan infrastruktur. Infrastruktur dipandang sebagai bagian dari pelayanan dasar pemerintah yang wajib dipenuhi sebagai standar pelayanan minimum kepada masyarakat. Hal ini mengingat masih adanya sejumlah wilayah di Kalimantan Timur yang hingga kini mengalami keterbatasan akses dan kondisi keterisolasian akibat belum optimalnya pembangunan infrastruktur.

Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka peringatan hari jadi ke-69 tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan tahun ini memiliki makna strategis karena menitikberatkan pada isu-isu pembangunan daerah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Timur tahun ini ditandai dengan pelaksanaan upacara yang menyoroti isu strategis pembangunan. “Yang menjadi catatan dan highlight pada peringatan hari ini adalah berkaitan dengan konektivitas,” kata Rudy.

Di ulang tahun Kalimantan timur menurut Rudy. pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari pelayanan dasar pemerintah yang harus dipenuhi sebagai standar pelayanan minimum kepada masyarakat.

Rudy mengungkapkan bahwa hingga hampir 80 tahun Indonesia merdeka, masih terdapat wilayah di Kalimantan Timur yang menghadapi keterbatasan akses dan kondisi keterisolasian. “Kita masih memiliki daerah-daerah yang terisolir seperti Kutai Barat, Mahakam Ulu, hingga akses ke IKN dan wilayah Sotek-Bongan yang jaraknya sekitar 20 kilometer,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain, seperti Kutai Timur dan Kabupaten Berau, khususnya di kawasan pesisir yang selama ini belum tersentuh pembangunan infrastruktur secara optimal.

Lebih lanjut, Rudy menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memperkuat konektivitas antarwilayah kabupaten dan kota di Kaltim. Upaya tersebut dinilai penting guna mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan akses pelayanan publik. “Terutama konektivitas mulai dari kabupaten dan kota, 10 kabupaten kota akan kita koneksikan kembali, termasuk dengan beberapa provinsi lainnya,” ungkapnya.

Ia juga mencontohkan rencana penguatan konektivitas lintas provinsi yang menghubungkan Kalimantan Timur dengan Kalimantan Utara sebagai bagian dari pembangunan wilayah terpadu. “Seperti konektivitas dari Malinau ke Mahakam Ulu dan sebaliknya, ini akan menjadi perhatian kita ke depan,” pungkas Rudy. []

Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Agnes Wiguna

Bagikan:
Berita Daerah Breaking News