Enam Korban Kebakaran Panti Werda Ranomuut Kembali Teridentifikasi

Enam Korban Kebakaran Panti Werda Ranomuut Kembali Teridentifikasi

Bagikan:

MANADO – Proses panjang identifikasi korban kebakaran Panti Werda Damai Ranomuut, Manado, mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Utara (Sulut) kembali mengumumkan keberhasilan mengidentifikasi enam jenazah tambahan korban kebakaran yang terjadi di fasilitas perawatan lansia tersebut. Dengan temuan terbaru ini, total korban yang telah teridentifikasi mencapai 10 dari 16 orang yang dinyatakan meninggal dunia.

Pengumuman hasil identifikasi disampaikan pada Jumat (09/01/2026) setelah Tim DVI melakukan rapat rekonsiliasi data antemortem dan postmortem. Proses ini melibatkan pencocokan data medis, ciri fisik, serta pengujian DNA guna memastikan keakuratan identitas korban. Upaya tersebut menjadi harapan bagi keluarga korban yang sejak kejadian terus menunggu kepastian mengenai nasib anggota keluarga mereka.

Suasana haru tak terelakkan di Rumah Sakit Bhayangkara Manado saat enam jenazah yang telah teridentifikasi mulai diserahkan kepada pihak keluarga. Isak tangis dan pelukan mengiringi prosesi pengambilan jenazah, mencerminkan duka mendalam sekaligus kelegaan setelah berhari-hari menanti kepastian.

Kepala Bidang Dokkes Polda Sulut, AKBP Tasrif, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan DNA dari Pusdokkes Polri memegang peranan penting dalam proses identifikasi tahap ini. Menurutnya, keberhasilan mengungkap identitas enam korban tidak terlepas dari adanya pembanding DNA yang kuat dan jelas.

“Enam korban yang teridentifikasi hari ini semuanya memiliki pembanding dari anak kandung. Untuk sisa enam jenazah lainnya, kami memerlukan waktu lebih karena pembandingnya berasal dari keponakan atau saudara kandung yang polanya tidak vertikal,” ujar Tasrif, Jumat (09/01/2026).

Ia menambahkan, metode pencocokan DNA dengan garis keturunan langsung atau vertikal cenderung memberikan hasil yang lebih cepat dan akurat. Sebaliknya, pembanding dari garis keluarga menyamping memerlukan analisis laboratorium yang lebih kompleks dan waktu yang lebih panjang.

Salah satu momen paling menyentuh terjadi saat Devid, keluarga korban, menjemput jenazah ibunya, Adel Losu (75). Devid mengenang pertemuan terakhirnya dengan sang ibu pada perayaan Natal 2025 lalu, yang kini terasa seperti sebuah perpisahan.

“Mama berpesan agar saya rajin beribadah ke gereja. Itu ciuman terakhirnya, seperti tanda perpisahan,” ungkapnya lirih.

Pihak kepolisian memastikan bahwa penyerahan jenazah akan dilakukan secara bertahap hingga Minggu (11/01/2026), menyesuaikan kesiapan dan permintaan masing-masing keluarga korban. Sementara itu, enam jenazah lainnya masih menjalani proses pemeriksaan lanjutan di laboratorium forensik untuk memastikan identitas secara akurat.

Adapun enam korban yang baru teridentifikasi terdiri dari Ruslin Rike Manembu (74) asal Tikala, Manado; Jetje Mantaow (87) asal Kotamobagu Timur; Jenny Tuegeh (71) asal Kema, Minahasa Utara; Jenny Ivone Tumbelaka (70) asal Wenang, Manado; Nurul Fitria (60) asal Mantikulore, Palu; serta Adel Losu (75) asal Wenang Selatan, Manado.

Tragedi kebakaran Panti Werda Damai Ranomuut yang terjadi pada akhir Desember 2025 lalu menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat luas. Peristiwa ini juga memunculkan keprihatinan serius terkait sistem perlindungan dan keselamatan bagi para lansia, khususnya yang tinggal di panti sosial. Aparat kepolisian bersama instansi terkait masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab kebakaran sekaligus memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews