Mendikdasmen Jamin Sultra Masuk Program Revitalisasi 71 Ribu Sekolah

Mendikdasmen Jamin Sultra Masuk Program Revitalisasi 71 Ribu Sekolah

Bagikan:

KENDARI – Pemerintah pusat memastikan pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendidikan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu. Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dipastikan menjadi bagian dari program nasional revitalisasi dan perbaikan 71 ribu gedung sekolah yang akan dilaksanakan pada 2026. Program ini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa revitalisasi satuan pendidikan tersebut merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah memastikan seluruh peserta didik mendapatkan lingkungan belajar yang aman, layak, dan mendukung proses pembelajaran secara optimal, termasuk di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Pada 2026 ada sekitar 71 ribu satuan pendidikan yang direvitalisasi dan diperbaiki, dan Sulawesi Tenggara tentu menjadi bagian dari program tersebut,” kata Abdul Mu’ti saat ditemui di Kendari, Sabtu (10/01/2026).

Menurut Mendikdasmen, kondisi sarana dan prasarana sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan nasional. Gedung sekolah yang tidak layak tidak hanya menghambat proses belajar mengajar, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik. Oleh karena itu, revitalisasi sekolah dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan seluruh bangunan sekolah yang berada dalam kondisi tidak layak dapat diperbaiki secara bertahap hingga 2029. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan tidak ada lagi ketimpangan kualitas fasilitas pendidikan antarwilayah.

“Presiden berkali-kali menegaskan tidak boleh lagi ada sekolah dengan atap bocor, toilet tidak layak, dan kondisi bangunan yang membahayakan,” ujarnya.

Abdul Mu’ti mengungkapkan, rencana awal Kemendikdasmen pada 2026 sebenarnya hanya mencakup perbaikan sekitar 11 ribu sekolah. Namun, Presiden kemudian memperluas cakupan program hingga mencapai 71 ribu satuan pendidikan di seluruh jenjang, mulai dari PAUD hingga pendidikan menengah. Kebijakan perluasan tersebut diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Guru, sebagai simbol perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan.

Selain fokus pada perbaikan fisik gedung sekolah, Kemendikdasmen juga menyiapkan penguatan sarana pembelajaran berbasis teknologi. Setiap sekolah direncanakan menerima tambahan perangkat digital berupa interactive flat panel (IFP) hingga empat unit, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas interaksi belajar di ruang kelas.

Tak hanya itu, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru juga menjadi perhatian utama. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa guru memegang peran strategis tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter generasi muda.

“Guru tidak hanya menjadi agen pembelajaran, tetapi juga agen peradaban. Karena itu kesejahteraan guru kami tingkatkan melalui sertifikasi dan pelatihan,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyambut baik komitmen pemerintah pusat tersebut. Ia menyebutkan, sepanjang 2025, sebanyak 348 gedung sekolah di Sultra telah menerima manfaat program revitalisasi pendidikan dan pembangunan sekolah baru.

Memasuki 2026, jumlah usulan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Sultra meningkat signifikan, mencapai 1.374 gedung sekolah. Selain itu, sebanyak 4.081 satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK diusulkan untuk menerima sarana papan interaktif digital.

“Kami berharap ke depan ada peningkatan lagi, dan kami yakin Pak Menteri dapat mengabulkan harapan tersebut,” ujar Andi Sumangerukka.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen mendukung penuh program strategis nasional di bidang pendidikan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penguatan SMK, khususnya di bidang pertanian dan peternakan, agar mampu menyuplai hingga 70 persen bahan baku program makan bergizi gratis (MBG) pada 2026.

“Termasuk penguatan SMK kelautan dalam pengelolaan makanan higienis melalui laboratorium kuliner SMK yang bersertifikat,” tambahnya. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews