Kerusakan SDN Tlagah 2 Bangkalan Kian Parah

Kerusakan SDN Tlagah 2 Bangkalan Kian Parah

Bagikan:

BANGKALAN – Kerusakan bangunan di SDN Tlagah 2, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kian memprihatinkan setelah wilayah tersebut dilanda hujan disertai angin dalam beberapa hari terakhir. Kondisi sekolah dasar negeri itu semakin tidak layak digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar, menyusul ambruknya ruang guru yang sebelumnya masih digunakan untuk aktivitas administrasi sekolah.

Peristiwa tersebut menambah daftar kerusakan di sekolah tersebut, setelah sebelumnya plafon ruang kelas 6 ambruk lebih dulu. Kini, ruang guru yang berada di area tengah bangunan juga mengalami kerusakan berat. Atap berbahan asbes runtuh dan menimpa perabot serta dokumen yang ada di dalam ruangan.

Kepala SDN Tlagah 2, Fatmawati, mengaku tidak mengetahui secara pasti waktu terjadinya ambruknya ruang guru. Ia baru mengetahui kondisi tersebut saat tiba di sekolah pada Selasa (13/01/2026) pagi.

“Saya baru tahu setelah tiba di sekolah. Tepatnya ambruk kapan saya kurang tahu. Karena dari kemarin sampai tadi malam hujan terus,” ungkapnya, Selasa (13/01/2026).

Menurut Fatmawati, kerusakan ruang guru diperkirakan terjadi pada malam hari atau dini hari, mengingat pada hari sebelumnya kondisi bangunan belum separah yang terlihat saat ini. Ia menilai hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Galis selama beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama ambruknya atap bangunan tersebut.

Kerusakan pada ruang guru tergolong parah. Selain atap yang runtuh, dinding bangunan juga tampak mengalami retakan besar dan kondisinya nyaris roboh. Seluruh isi ruangan tertimpa reruntuhan, sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan kembali tanpa perbaikan menyeluruh.

Tidak hanya ruang guru, bangunan ruang kelas di sekitarnya juga terdampak. Ruang kelas 4 yang berada tepat di sebelah ruang guru mengalami kerusakan serius, dengan atap jebol hampir menutupi separuh ruangan. Kondisi ini membuat aktivitas belajar di sejumlah kelas menjadi tidak aman.

Mengantisipasi risiko yang lebih besar, pihak sekolah mengambil langkah darurat dengan memindahkan kegiatan belajar mengajar untuk siswa kelas 4, 5, dan 6. Fatmawati memutuskan agar para siswa tersebut belajar sementara di rumah pribadinya.

“Untuk kelas 4, 5, 6 belajar di rumah saya. Sedangkan kelas 1, 2, 3 masih tetap di kelas,” ungkapnya.

Keputusan tersebut diambil karena ruang kelas 5 berada di antara kelas 4 dan kelas 6 yang sudah lebih dulu rusak, sehingga dikhawatirkan ikut terdampak jika bangunan kembali ambruk. Langkah ini dilakukan demi keselamatan siswa dan guru di tengah keterbatasan fasilitas sekolah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, memastikan pihaknya telah menerima laporan terkait kerusakan di SDN Tlagah 2. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah akan melakukan perbaikan terhadap bangunan sekolah tersebut, meskipun hingga kini belum dirinci jumlah ruang yang akan direhabilitasi.

“Ya insyaallah akan direhab,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, insiden kerusakan di SDN Tlagah 2 bukan yang pertama kali terjadi. Pada Senin (12/01/2026), plafon ruang kelas 6 ambruk. Beruntung, kejadian tersebut terjadi sebelum siswa memasuki kelas sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, akibat peristiwa itu, siswa kelas 6 terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan kondisi berdesakan di kelas lain dan sebagian di teras sekolah.

Kondisi ini menjadi sorotan penting terkait kelayakan infrastruktur pendidikan di daerah, khususnya sekolah-sekolah yang bangunannya sudah berusia tua dan minim perawatan. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews