MAKASSAR – Insiden kebakaran menghebohkan warga Kota Makassar setelah sebuah rumah toko (ruko) di kawasan Somba Opu dilalap si jago merah, Selasa (13/01/2026) siang. Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar karena kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan dapat disaksikan dari jarak cukup jauh.
Kebakaran terjadi di Jalan Wahab Taru, tepatnya di sekitar perempatan Jalan Somba Opu, pada kisaran pukul 11.00 Wita. Lokasi tersebut dikenal sebagai kawasan padat aktivitas perdagangan dan lalu lintas, sehingga kejadian ini dengan cepat menarik perhatian masyarakat yang melintas maupun warga sekitar.
Seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian membenarkan adanya kebakaran tersebut. “Kebakaran Sumba Opu,” kata seorang warga dalam keterangannya, Selasa (13/01/2026). Warga tersebut menyebut api terlihat cukup besar sejak awal kejadian, disertai asap hitam tebal yang terus mengepul.
Tak lama setelah laporan kebakaran diterima, sejumlah armada pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Makassar segera diterjunkan ke lokasi. Petugas damkar tampak berupaya keras memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan lain yang berdekatan. Kondisi ruko yang berdempetan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam proses pemadaman.
Asap tebal yang membubung tinggi sempat mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut dilaporkan tersendat. Sejumlah warga memilih berhenti untuk menyaksikan proses pemadaman, sementara sebagian lainnya menjauh demi menghindari paparan asap.
Hingga siang hari, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar mengenai penyebab kebakaran maupun potensi korban jiwa dan kerugian material. Namun, petugas di lapangan tampak fokus melakukan pemadaman serta pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan titik panas yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Kebakaran di kawasan pertokoan seperti ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki kepadatan bangunan tinggi. Faktor instalasi listrik, penyimpanan barang mudah terbakar, hingga kelalaian manusia kerap menjadi pemicu utama kebakaran ruko dan bangunan usaha.
Warga sekitar berharap pihak berwenang segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan dan sosialisasi terkait standar keselamatan kebakaran, khususnya bagi pemilik ruko dan bangunan komersial.
Meski api dilaporkan berhasil dikendalikan secara bertahap, suasana di sekitar lokasi kejadian masih dipenuhi warga yang penasaran dengan dampak kebakaran tersebut. Petugas keamanan juga terlihat mengatur area sekitar agar proses pemadaman dan evakuasi dapat berjalan lancar.
Perkembangan lebih lanjut terkait insiden kebakaran ini masih menunggu keterangan resmi dari pihak pemadam kebakaran dan instansi terkait, termasuk informasi mengenai penyebab kebakaran serta taksiran kerugian akibat peristiwa tersebut. []
Diyan Febriana Citra.

