SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pelaku usaha dan masyarakat sebagai fondasi menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat perekonomian daerah. Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, dalam kegiatan penyerahan bantuan paket nutrisi kepada warga Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu (14/01/2026).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Indomarco Prismatama yang didukung oleh Healthyway. Kegiatan ini menyasar anak-anak dan masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi wujud keterlibatan sektor swasta dalam mendukung kesejahteraan warga.
Dalam sambutannya, Saefuddin menyampaikan apresiasi atas kontribusi dunia usaha yang turut hadir di tengah masyarakat. Ia menilai langkah Indomaret memberikan bantuan sosial merupakan sinyal positif bagi terciptanya hubungan harmonis antara pelaku usaha dan lingkungan sekitar.
“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Indomaret yang telah menyampaikan dan menyerahkan motorisasi yang dibagikan kepada anak-anak,” ujar Saefuddin.
Menurut Saefuddin, program bantuan tersebut tidak hanya memiliki nilai sosial, tetapi juga menjadi pijakan awal bagi kerja sama jangka panjang antara perusahaan dan masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas.
Saefuddin juga menyoroti besarnya peran Indomaret dalam lanskap ekonomi Kota Samarinda. Ia menyebut keberadaan jaringan ritel modern tersebut cukup dominan, terutama di wilayah Samarinda Ulu dan kawasan lainnya di kota tersebut.
“Indomaret di kawasan Samarinda ini jumlahnya cukup banyak. Terdapat 150 Indomaret,” ungkapnya.
Ia mengaku mengetahui secara langsung dinamika tersebut karena sering bersentuhan dengan aktivitas usaha ritel modern di lapangan. Oleh sebab itu, ia mengingatkan agar ekspansi bisnis tidak berjalan sendiri tanpa melibatkan masyarakat di sekitarnya.
“Saya berpesan kepada Indomaret untuk membeli peluang juga, karena secara ekonomi, walaupun pasar Indomaret sudah berjalan di mana-mana,” katanya.
Saefuddin menekankan bahwa pertumbuhan usaha harus dibarengi dengan upaya membuka akses ekonomi bagi warga lokal. Tanpa sinergi yang baik, menurutnya, perkembangan toko modern justru berpotensi menimbulkan kesenjangan sosial.
Ia menilai pendekatan yang inklusif menjadi kunci agar aktivitas usaha tidak menimbulkan kecemburuan atau konflik di tengah masyarakat. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak membangun kerja sama yang saling menguntungkan.
“Mari kita bersama-sama bersinergi dengan masyarakat yang ada di kota ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Saefuddin menilai Indomaret memiliki peluang besar untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan produk lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia mendorong agar rak-rak toko modern dapat menjadi etalase bagi hasil alam dan produk buatan masyarakat setempat.
“Bisa juga menjual produk-produknya, syukur-syukur dari UMKM, hasil alam lokal, dan teman-teman di tempatnya dapat berdampingan bersama-sama dengan ritel,” ucapnya.
Menurutnya, dengan pengelolaan yang tepat, keberadaan toko modern tidak harus mematikan usaha kecil, melainkan dapat tumbuh berdampingan. Kunci dari proses tersebut adalah komunikasi yang terbuka antara dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah.
“Jika benar-benar usaha dijalankan dengan baik, maka ekonomi juga akan nyaman, komunikasi dengan pemerintah juga baik,” ujarnya.
Saefuddin menegaskan bahwa sinergi tersebut bermuara pada tujuan yang sama, yakni kemajuan bersama. Ia mengajak seluruh elemen untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkontribusi bagi pembangunan kota.
“Di mana kita belajar, di situ kita melatih diri. Di mana kita belajar, di situ kita berbuat,” tutup Saefuddin. []
Diyan Febriana Citra.

