Tawuran Remaja Kembali Pecah, Warga Arco Sawangan Resah

Tawuran Remaja Kembali Pecah, Warga Arco Sawangan Resah

Bagikan:

DEPOK — Rasa aman warga di kawasan Arco Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, kembali terusik setelah tawuran antarremaja pecah di jalan raya pada Rabu (14/01/2026) malam. Bentrokan terbuka yang melibatkan puluhan remaja tersebut tidak hanya memicu kepanikan masyarakat, tetapi juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa itu terjadi pada malam hari ketika aktivitas warga masih cukup ramai. Sejumlah saksi menyebutkan, kelompok remaja datang secara bergerombol dengan menggunakan sepeda motor, kemudian terlibat aksi saling serang di tengah jalan. Kondisi tersebut membuat suasana berubah mencekam dalam waktu singkat.

Dalam aksi tawuran itu, para remaja terlihat membawa senjata tajam dan mengayunkannya ke arah kelompok lawan. Aksi kejar-kejaran pun terjadi di sepanjang ruas jalan umum, memaksa pengendara dan warga sekitar memilih menjauh demi menghindari risiko terkena serangan. Bahkan, beberapa kendaraan terpaksa berhenti karena badan jalan dipenuhi oleh massa dan sepeda motor para pelaku.

Yang mengkhawatirkan, di tengah kelompok remaja tersebut tampak pula sejumlah perempuan yang berada di sekitar lokasi bentrokan. Keberadaan mereka semakin menambah kekhawatiran warga, mengingat situasi berlangsung sangat tidak terkendali dan berpotensi menimbulkan korban.

Selain aksi saling serang menggunakan senjata tajam, tawuran tersebut juga diwarnai dengan kebisingan knalpot sepeda motor serta aksi saling ejek antar kelompok. Puluhan sepeda motor memenuhi jalan, menyebabkan kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

Petugas keamanan perumahan sekitar lokasi, Anda Gunawan, mengatakan bahwa peristiwa tawuran di kawasan Arco Sawangan bukanlah kejadian baru. Ia menyebut, bentrokan antarremaja sudah kerap terjadi dan semakin meresahkan warga.

“Ada sekitar 20 motor. Kejadian seperti ini sering terjadi, bisa dua kali dalam seminggu. Hampir setiap malam,” ujar Gunawan.

Menurut Gunawan, intensitas tawuran yang tinggi membuat warga merasa waswas, terutama pada malam hari. Banyak warga memilih untuk tidak keluar rumah atau sekadar mengamati dari kejauhan saat tawuran terjadi. Hal ini dilakukan demi menghindari kemungkinan menjadi korban salah sasaran apabila mencoba melerai atau menegur langsung para pelaku.

Gunawan menambahkan, situasi tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa adanya solusi permanen. Warga menilai bahwa tawuran remaja bukan hanya persoalan keamanan semata, tetapi juga mencerminkan masalah sosial yang lebih dalam, seperti kurangnya pengawasan, pergaulan bebas, serta minimnya kegiatan positif bagi remaja di lingkungan tersebut.

Sejumlah warga berharap aparat kepolisian dan pemerintah setempat dapat mengambil langkah yang lebih tegas dan terukur. Tidak hanya melalui peningkatan patroli keamanan, tetapi juga dengan pendekatan preventif yang menyasar akar permasalahan tawuran remaja.

Upaya pembinaan, pengawasan orang tua, serta keterlibatan tokoh masyarakat dinilai penting untuk mencegah kekerasan serupa terulang. Warga Arco Sawangan menginginkan lingkungan yang kembali aman dan nyaman, tanpa dihantui ketakutan akibat aksi tawuran yang kian sering terjadi.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus tawuran remaja di Kota Depok, sekaligus menjadi peringatan bagi semua pihak akan pentingnya penanganan serius terhadap persoalan keamanan dan pembinaan generasi muda. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Kasus