RDMP Balikpapan Beroperasi, Penajam Paser Utara Proyeksikan Dampak Ekonomi

RDMP Balikpapan Beroperasi, Penajam Paser Utara Proyeksikan Dampak Ekonomi

Bagikan:

PENAJAM PASER UTARA – Kehadiran kilang terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) PT Pertamina (Persero) di Balikpapan diproyeksikan membawa manfaat berlapis, tidak hanya bagi ketahanan energi nasional, tetapi juga bagi daerah penyangga di sekitarnya, termasuk Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pemerintah kabupaten setempat menilai operasional kilang tersebut akan menjadi pendorong baru bagi pertumbuhan ekonomi regional.

Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menyatakan bahwa beroperasinya RDMP Balikpapan menjadi momentum strategis bagi penguatan sektor energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi bagi wilayah yang memiliki keterkaitan langsung dengan fasilitas penunjang kilang.

“Peresmian kilang terintegrasi Pertamina Balikpapan akan berdampak pada ketahanan energi nasional,” ujar Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor, Sabtu (17/01/2026) ketika ditanya menyangkut beroperasinya RDMP di Penajam.

RDMP Balikpapan resmi beroperasi setelah diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo pada 12 Januari 2026. Kilang ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pengolahan minyak dalam negeri. Dalam sistem operasionalnya, RDMP Balikpapan turut ditopang oleh sejumlah fasilitas pendukung yang tersebar di wilayah sekitar, salah satunya berada di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Salah satu fasilitas penunjang RDMP berada di Kabupaten Penajam Paser Utara, yakni kilang penampungan minyak mentah,” jelasnya.

Fasilitas penampungan minyak mentah tersebut berlokasi di Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam. Seiring dengan pengembangan RDMP, kapasitas kilang penampungan ini turut ditingkatkan dengan penambahan dua tangki besar. Saat ini, total kapasitas penyimpanan mencapai 7,6 juta barel, meningkat signifikan dibandingkan kapasitas sebelumnya yang berada di kisaran 5 juta barel.

“Sebelumnya sekitar 5 juta barel, kini meningkat menjadi 7,6 juta barel dan akan dikirim ke RDMP Balikpapan untuk diproduksi menjadi minyak,” tambahnya.

Peningkatan kapasitas tersebut dinilai berpotensi memberikan kontribusi ekonomi secara langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara. Aktivitas logistik, operasional, serta pemeliharaan fasilitas diperkirakan mendorong tumbuhnya peluang usaha baru, khususnya di sektor jasa, transportasi, dan industri pendukung lainnya.

Selain itu, kilang penampungan minyak mentah di wilayah tersebut juga telah dilengkapi dengan jaringan pipa sepanjang 14 kilometer yang terhubung langsung ke Kilang Balikpapan. Fasilitas ini diperkuat dengan sarana bongkar muat yang mampu melayani kapal tanker berkapasitas besar jenis Very Large Crude Carrier (VLCC), sehingga memperkuat peran Kabupaten Penajam Paser Utara dalam rantai pasok energi nasional.

“Pengembangan itu bisa juga membuat kemajuan kesejahteraan warga di sekitarnya,” katanya.

Lebih lanjut, Mudyat Noor menilai keberadaan fasilitas energi berskala besar ini membuka ruang kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat. Kilang dan infrastruktur pendukungnya diharapkan dapat mendorong peningkatan kesempatan kerja, memperkuat basis ekonomi lokal, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah melalui berbagai bentuk kerja sama dan program pemberdayaan.

Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara diproyeksikan tidak hanya berperan sebagai wilayah penyangga, tetapi juga sebagai bagian penting dalam ekosistem industri energi nasional yang terus berkembang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews