LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan intensitas tinggi pada Sabtu (17/01/2026). Sejak dini hari hingga pagi hari, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut terus mengalami erupsi berulang yang disertai lontaran kolom abu vulkanik ke udara. Kondisi ini menjadi perhatian serius otoritas kebencanaan dan masyarakat di wilayah sekitar.
Berdasarkan laporan petugas pengawas Gunung Semeru, aktivitas erupsi terpantau berlangsung secara berkesinambungan. Hingga laporan terakhir dibuat pada pagi hari, tercatat sedikitnya 26 kali letusan dengan ketinggian kolom abu mencapai sekitar 800 meter dari puncak kawah. Kolom abu tersebut teramati bergerak ke arah timur laut mengikuti arah angin.
Petugas Pengamat Gunung Semeru, Liswanto AP, dalam laporan resminya menyampaikan bahwa aktivitas erupsi masih berlangsung saat data disusun.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut dengan tinggi kolom letusan teramati 800 meter di atas puncak , saat laporan ini dibuat erupsi masih berlangsung,” kata Liswanto AP sebagaimana dikutip dari situs resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Badan Geologi.
Secara seismik, aktivitas Gunung Semeru juga tercatat cukup dominan. Dalam periode pengamatan mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, teridentifikasi 26 kali gempa letusan atau erupsi. Gempa-gempa tersebut memiliki amplitudo berkisar antara 15 hingga 22 milimeter dengan durasi gempa 84 hingga 182 detik. Selain itu, terjadi pula satu kali gempa guguran dengan durasi 60 detik serta dua kali gempa hembusan yang masing-masing berlangsung antara 50 hingga 77 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menegaskan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan. Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak gunung yang menjadi pusat erupsi. Area tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap potensi awan panas dan aliran material vulkanik.
Di luar zona tersebut, masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Pasalnya, kawasan tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Risiko ini dapat meningkat terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan puncak.
Selain itu, PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Zona ini dinilai rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan jiwa. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru secara intensif dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun waspada, serta mengikuti setiap arahan resmi demi keselamatan bersama. []
Diyan Febriana Citra.

