SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengambil langkah preventif dengan menutup total Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda, pada Sabtu (17/01/2026). Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjamin kelayakan struktur salah satu infrastruktur penghubung vital di Kota Samarinda.
Penutupan total tersebut dilakukan seiring pelaksanaan pemeriksaan teknis, pengujian struktur, serta uji beban jembatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 Wita hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Selama proses tersebut, seluruh jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak diperkenankan melintas di atas Jembatan Mahulu.
Dalam surat edaran resmi yang disampaikan kepada masyarakat, Dinas PUPR menegaskan bahwa penutupan ini bersifat sementara dan merupakan bagian dari prosedur teknis yang harus dilakukan secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting mengingat peran strategis Jembatan Mahulu dalam menunjang mobilitas warga dan distribusi aktivitas ekonomi di Samarinda.
“Sehubungan dengan akan dilaksanakannya pemeriksaan dan pengujian struktur Jembatan Mahulu, maka arus lalu lintas yang melintasi jembatan akan ditutup sementara,” demikian keterangan dalam surat edaran tersebut.
Pemeriksaan dan uji beban dilakukan untuk mengetahui kondisi aktual struktur jembatan, termasuk daya dukungnya terhadap beban lalu lintas harian. Hasil dari pengujian ini nantinya menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah pemeliharaan lanjutan, apakah berupa perbaikan ringan, penguatan struktur, atau sekadar memastikan bahwa jembatan masih aman digunakan tanpa pembatasan tambahan.
Selama masa penutupan, masyarakat diminta untuk menyesuaikan rencana perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan. Pemerintah daerah menyadari bahwa penutupan sementara ini berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik, terutama pada jam-jam sibuk. Oleh karena itu, imbauan kepada pengguna jalan untuk mengatur waktu perjalanan disampaikan secara tegas.
“Untuk menghindari kemacetan, pengguna jalan diimbau memilih jalur alternatif,” lanjut keterangan itu.
Sejumlah ruas jalan lain di Samarinda diperkirakan akan mengalami peningkatan volume kendaraan sebagai dampak dari penutupan Jembatan Mahulu. Aparat terkait pun diharapkan bersiaga untuk mengatur arus lalu lintas serta memberikan panduan kepada masyarakat agar aktivitas tetap berjalan lancar.
Dinas PUPR memastikan bahwa penutupan tidak akan berlangsung lebih lama dari yang dibutuhkan. Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan, pengujian struktur, dan uji beban rampung serta jembatan dinyatakan aman untuk dilalui, akses lalu lintas akan segera dibuka kembali.
Langkah antisipatif ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengutamakan aspek keselamatan publik di atas kepentingan lain. Pemeriksaan berkala terhadap infrastruktur dinilai menjadi kunci untuk mencegah risiko kerusakan yang lebih besar di kemudian hari. Dengan demikian, meski menimbulkan ketidaknyamanan sementara, penutupan Jembatan Mahulu diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan di Samarinda. []
Diyan Febriana Citra.

