Sidak Dini Hari, BGN Cek 4 SPPG MBG di Cianjur

Sidak Dini Hari, BGN Cek 4 SPPG MBG di Cianjur

Bagikan:

CIANJUR — Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sidak yang dilakukan pada Senin (19/01/2026) dini hari itu menegaskan komitmen pemerintah memastikan standar keamanan pangan dan higienitas dapur tetap terjaga, terutama di daerah dengan volume penerima manfaat yang besar.

Empat dapur SPPG yang menjadi sasaran sidak meliputi SPPG Cianjur Cipanas Palasari 3, SPPG Cianjur Pacet Sukanagalih 1, SPPG Cianjur Pacet Sukanagalih 2, serta SPPG Cianjur Cipanas Palasari 1. Sidak dipimpin langsung oleh Tenaga Ahli Pimpinan Bidang Investigasi BGN, Herman Susilo, dengan fokus pemeriksaan pada kesiapan infrastruktur dan prosedur operasional dapur.

Dari hasil pantauan di lapangan, Herman menekankan lima aspek utama yang harus dipenuhi setiap dapur SPPG. Aspek pertama menyangkut kondisi lantai dapur. Ia meminta agar seluruh lantai dapur menggunakan pelapis epoxy demi menjamin keselamatan kerja serta memudahkan proses pembersihan.

“Lantai di-epoxy agar enggak licin sehingga menjamin keamanan kerja agar tidak ada potensi bakteri dan mudah dibersihkan,” kata Herman di SPPG Palasari Cipanas, Senin (19/01/2026).

Selain lantai, perhatian juga diarahkan pada dinding dapur. Herman mengingatkan agar dinding dicat dengan kombinasi warna biru dan putih serta tidak mudah mengelupas.

“Warnanya biru minimal dua meter atasnya putih,” ujarnya. Menurutnya, standar warna dan kualitas cat penting untuk mencegah kontaminasi makanan akibat serpihan cat atau jamur.

Pemeriksaan berlanjut ke bagian atap dapur. Herman meminta pengelola memastikan tidak ada celah yang dapat menjadi akses masuk hama.

“Atap harus tertutup karena harus menghindari hama tikus serangga kalau masih ada lubang harus ditutup,” tuturnya. Aspek ini dinilai krusial karena dapur MBG beroperasi setiap hari dengan jumlah produksi yang besar.

Dalam sidak tersebut, Herman juga meninjau langsung proses penyiapan menu MBG. Di SPPG Palasari Cipanas, tercatat sebanyak 2.736 porsi makanan disiapkan untuk didistribusikan pada hari itu. Menu yang disajikan terdiri atas spageti, beef bolognese, tempe keripik, tumis wortel dan buncis, serta buah stroberi. Ia meminta agar peralatan masak berbahan kayu segera diganti dengan bahan yang lebih higienis.

“Karena kalau kayu bisa berjamur,” kata dia saat meminta spatula kayu diganti dengan stainless steel.

Tak hanya itu, ruang pendingin makanan juga menjadi perhatian guna memastikan makanan tersimpan dalam suhu yang aman sebelum dikemas. Pemeriksaan terakhir dilakukan di gudang basah dan gudang kering. Herman mengingatkan pentingnya pemisahan bahan makanan mentah dan matang.

“Pisahkan penyimpanan bahan makanan mentah dan bahan matang, serta bahan yang berbeda jenis,” ucap dia.

Sidak dini hari ini mencerminkan langkah preventif BGN dalam menjaga kualitas program MBG sekaligus merespons berbagai sorotan publik terkait keamanan dan mutu makanan. Dengan pengawasan yang konsisten, BGN berharap dapur SPPG di seluruh daerah mampu memenuhi standar nasional dan memberikan layanan gizi yang aman bagi masyarakat penerima manfaat. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews