BOGOR — Kebakaran yang melanda sebuah lokasi penitipan sepeda motor di sekitar kawasan Stasiun Bogor, Jawa Barat, pada Senin (19/01/2026) pagi menjadi peringatan serius tentang pentingnya sistem keamanan dan pengawasan di area parkir padat kendaraan. Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 10 unit sepeda motor, sementara beberapa kendaraan lain mengalami kerusakan akibat paparan panas.
Insiden terjadi di tempat penitipan motor Wahyu yang berlokasi di Jalan Mayor Oking, Kelurahan Cibogor. Kebakaran berlangsung cepat dan sempat memicu kepanikan warga sekitar, terutama para pemilik kendaraan yang menitipkan motornya di lokasi tersebut. Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi, disertai suara ledakan kecil yang berasal dari kendaraan yang terbakar.
Berdasarkan rekaman video, api dengan cepat menjalar dari satu sepeda motor ke kendaraan lain yang terparkir berdekatan. Kondisi ini diperparah oleh rapatnya jarak antarkendaraan, sehingga api dengan mudah merembet dan membakar puluhan motor dalam waktu singkat.
Salah satu penjaga lokasi penitipan, Gofar (34), menceritakan detik-detik awal kebakaran.
“Saya kan ke belakang, tahu-tahu api sudah gede. Kayak ada bunyi ledakan juga,” ungkap Gofar.
Ia menjelaskan bahwa saat menyadari adanya api, kondisi sudah membesar sehingga upaya pemadaman awal dengan peralatan seadanya tidak memungkinkan. Warga dan pengelola kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mencegah kebakaran meluas ke area sekitar, termasuk bangunan dan fasilitas umum di dekat stasiun.
Respons cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bogor menjadi faktor krusial dalam membatasi dampak kebakaran. Sejumlah unit pemadam langsung diterjunkan ke lokasi begitu laporan diterima. Api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke ratusan sepeda motor lain yang berada di area penitipan.
“Kami menurunkan tujuh unit pemadam termasuk satu tim rescue. Alhamdulillah tidak sampai 30 menit api bisa padam,” ungkap Sekdis Pemadam Kebakaran Kota Bogor Teofilo Patricinio Frietes, Senin (19/01/2026).
Teofilo menjelaskan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan sumber api diduga berasal dari salah satu sepeda motor yang mengalami gangguan teknis.
“Tadi ada satu motor yang remote-nya menyala terus, bunyi sirene terus terbakar,” lanjut Teo.
Dugaan sementara tersebut masih akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Namun, peristiwa ini menyoroti potensi risiko kebakaran yang dapat muncul dari kelistrikan kendaraan, terutama di area parkir yang padat dan minim sistem pengamanan kebakaran.
Akibat kejadian ini, sebanyak 10 sepeda motor dilaporkan ludes terbakar hingga hanya menyisakan rangka. Selain itu, sembilan motor lainnya mengalami kerusakan sebagian akibat panas tinggi, seperti bodi meleleh dan komponen kelistrikan rusak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.
Pemerintah daerah dan pengelola parkir diimbau untuk meningkatkan standar keselamatan, termasuk penyediaan alat pemadam api ringan (APAR), pengaturan jarak parkir, serta pemeriksaan rutin terhadap potensi bahaya kelistrikan. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang, khususnya di fasilitas penitipan kendaraan yang melayani masyarakat dalam jumlah besar setiap harinya. []
Diyan Febriana Citra.

