SAMARINDA – Kedatangan Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, ke Kalimantan Timur pada Rabu (21/01/2026) tidak sekadar agenda kunjungan kerja biasa. Momen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara lembaga penegak hukum dan pemerintah daerah, terutama dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum) bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut kedatangan Jaksa Agung di VIP Room Bandara APT Pranoto Samarinda.
“Selamat datang di Samarinda Pak Jaksa Agung,” ucap Gubernur Harum saat menyambut kedatangan Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Jaksa Agung RI tiba di Kalimantan Timur didampingi istri, Srinunawati Burhanuddin, serta jajaran pejabat Kejaksaan Agung RI. Kedatangan mereka merupakan rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Kalimantan Timur, yakni Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.
Pada kesempatan itu, Gubernur Harum menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur. Hal ini dinilai penting dalam rangka mendukung pembangunan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurut Harum, peran kejaksaan tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan pendampingan hukum terhadap berbagai program pembangunan. Pendampingan ini diharapkan mampu menjamin agar setiap program berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Sinergi yang telah terjalin dengan Kejaksaan Tinggi Kaltim menjadi fondasi kuat bagi Pemprov Kaltim dalam menjalankan agenda pembangunan, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga pengelolaan keuangan daerah. Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat agar seluruh program pembangunan dapat terlaksana secara optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur,” ujar Gubernur Harum.
Kehadiran Jaksa Agung juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya pemerintahan yang bersih dan terukur. Sinergi antara eksekutif dan penegak hukum dinilai sebagai kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap jalannya pembangunan.
Dalam prosesi penyambutan, turut hadir Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Dr. Supardi, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, serta Wali Kota Samarinda Andi Harun.
Kunjungan kerja Jaksa Agung ini dipandang sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas lembaga, terutama dalam mengawal program pembangunan yang sedang berjalan di Kalimantan Timur. Selain itu, kedatangan Jaksa Agung juga memberi sinyal bahwa proses hukum dan tata kelola pemerintahan menjadi prioritas dalam upaya mempercepat kemajuan daerah. []
Diyan Febriana Citra.

