Menko Pangan Targetkan PSEL Bantar Gebang Diresmikan 2027

Menko Pangan Targetkan PSEL Bantar Gebang Diresmikan 2027

Bagikan:

BEKASI – Pemerintah pusat menaruh harapan besar pada pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di kawasan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi salah satu solusi strategis dalam mengatasi persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan, khususnya di wilayah Bekasi dan Jakarta.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan peresmian PSEL Bantar Gebang dapat dilakukan pada 2027. Ia menyebut, proyek ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam transformasi pengelolaan sampah nasional berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Insya Allah pada 2027 Presiden Prabowo Subianto dapat meresmikan PSEL Kota Bekasi,” ujarnya, dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Rabu (21/01/2026).

Zulhas menilai keberadaan PSEL di Bantar Gebang akan memperkuat upaya penanganan sampah yang saat ini sudah berstatus darurat. Dengan volume sampah yang terus meningkat setiap hari, pendekatan konvensional dinilai tidak lagi memadai tanpa dukungan teknologi pengolahan modern.

Pada Rabu (21/01/2026), Zulhas bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi rencana pembangunan PSEL yang berada di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus mengevaluasi progres tahapan awal pembangunan.

Menurut Zulhas, proses pembangunan PSEL di Bantar Gebang sejauh ini berjalan sesuai rencana. Salah satu tahapan krusial, yakni pembebasan lahan, disebut telah dilakukan dan didukung kajian teknis yang memadai.

Pemerintah Kota Bekasi, lanjut Zulhas, telah menyiapkan lahan seluas 5,6 hektare untuk pembangunan fasilitas tersebut. Lahan tersebut dirancang untuk mendukung pengolahan sampah secara optimal dengan teknologi yang mampu mengonversi sampah menjadi energi listrik.

Saat ini, timbulan sampah di Kota Bekasi diperkirakan mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Dari jumlah tersebut, PSEL Bantar Gebang memiliki potensi untuk mengolah hingga 1.229 ton sampah per hari. Kapasitas ini diharapkan dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan energi alternatif.

Selain meninjau lokasi PSEL Kota Bekasi, Zulhas juga bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengunjungi area rencana pembangunan PSEL milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berada di kawasan yang sama. Untuk proyek ini, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan lahan seluas 9,6 hektare.

Rencana peletakan batu pertama atau groundbreaking PSEL DKI Jakarta dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026. Sementara itu, volume sampah harian DKI Jakarta tercatat mencapai sekitar 8.500 ton per hari, menjadikannya salah satu wilayah dengan produksi sampah terbesar di Indonesia.

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Menko Pangan dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat bahwa penanganan sampah membutuhkan pendekatan lintas wilayah dan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah.

Zulhas menegaskan bahwa persoalan sampah di Bekasi dan Jakarta tidak bisa ditangani secara parsial. Menurutnya, kondisi darurat yang terjadi menuntut langkah serius, terintegrasi, dan berkelanjutan agar masalah sampah tidak semakin membebani lingkungan dan kesehatan masyarakat. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews