MEDAN – Tragedi kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Sebuah mobil Toyota Avanza bertabrakan dengan rangkaian kereta api di Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Rabu (21/01/2026) petang. Insiden tersebut menewaskan seluruh penumpang mobil, yang berjumlah delapan orang.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.47 WIB. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Humas Polres Tebing Tinggi, Iptu Budi Santoso. Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.
“Saat mobil melintasi rel kereta api, pada waktu yang bersamaan melintas satu rangkaian kereta api sehingga terjadi tabrakan antara kereta api dan mobil Toyota Avanza,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/01/2026).
Benturan keras antara kereta api dan mobil tersebut mengakibatkan kendaraan roda empat itu terseret sejauh kurang lebih 300 meter dari titik awal tabrakan. Kondisi mobil Avanza mengalami kerusakan parah, hingga menyulitkan proses evakuasi para korban yang berada di dalamnya.
Akibat kejadian tersebut, seluruh penumpang mobil dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Dari delapan korban jiwa, dua di antaranya merupakan balita, sementara enam lainnya adalah orang dewasa.
“Dalam peristiwa kecelakaan tersebut, terdapat 8 orang korban, terdiri dari 2 orang balita dan 6 orang dewasa,” ungkap Budi.
Pihak kepolisian hingga kini belum merilis identitas para korban. Proses pendataan dan identifikasi masih terus dilakukan, termasuk pengumpulan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian. Aparat juga tengah mendalami berbagai kemungkinan faktor penyebab kecelakaan, termasuk kondisi perlintasan, jarak pandang, serta kepatuhan pengendara terhadap rambu peringatan.
Perlintasan kereta api di kawasan tersebut diketahui merupakan jalur yang cukup padat, terutama pada jam-jam sibuk. Minimnya fasilitas pengamanan di sejumlah perlintasan kereta api kerap menjadi sorotan, terutama setelah kembali terjadinya kecelakaan yang merenggut korban jiwa.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan di perlintasan kereta api yang melibatkan kendaraan bermotor. Aparat kepolisian bersama instansi terkait diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan di perlintasan sebidang, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi rel kereta api, baik di perlintasan resmi maupun tidak resmi. Pengguna jalan diminta memastikan kondisi aman sebelum melintas, serta mematuhi rambu dan peringatan yang ada demi keselamatan bersama.
Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan Polres Tebing Tinggi. Perkembangan lebih lanjut terkait hasil penyelidikan dan identitas korban akan disampaikan setelah proses pendalaman selesai dilakukan. []
Diyan Febriana Citra.

