PANDEGLANG – Bencana banjir bandang kembali melanda wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, menyusul hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak Rabu (21/01/2026) sore. Curah hujan yang berlangsung cukup lama, ditambah angin kencang, menyebabkan Sungai Cilemer meluap dan merendam permukiman warga di Desa Idaman, Kecamatan Patia.
Luapan sungai tersebut mulai memasuki rumah-rumah warga sejak malam hari dan terus meningkat hingga Kamis (22/01/2026) pagi. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter, bahkan di sejumlah titik air naik hingga setinggi dada orang dewasa. Akibatnya, aktivitas warga lumpuh total, terutama di Kampung Tajur yang dilaporkan sebagai wilayah terdampak paling parah.
Debit air Sungai Cilemer yang meningkat secara drastis tidak hanya merendam rumah penduduk, tetapi juga menutup akses jalan lingkungan. Jalan yang biasanya menjadi jalur utama aktivitas warga kini tak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini menyulitkan mobilitas warga, termasuk untuk mendapatkan bantuan maupun kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan oleh warga setempat, sedikitnya 422 unit rumah di Desa Idaman terdampak banjir. Air menggenangi ruang tamu, dapur, hingga kamar tidur, memaksa warga menyelamatkan perabotan dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian warga memilih membuat panggung darurat di dalam rumah untuk bertahan dari genangan air.
Salah seorang warga Kampung Tajur, Endang (45), mengungkapkan bahwa banjir terjadi akibat hujan deras yang berlangsung lama.
“Penyebabnya hujan deras yang berlangsung lama dan angin kencang, sehingga Sungai Cilemer meluap ke permukiman. Di depan rumah saya saja tinggal 5 sentimeter lagi air masuk ke dalam,” ujar Endang (45), Kamis (22/01/2026).
Meski banjir telah berlangsung lebih dari 24 jam, sebagian besar warga dilaporkan masih bertahan di rumah masing-masing. Hingga Kamis pagi, belum banyak warga yang melakukan evakuasi mandiri ke posko pengungsian. Pertimbangan keamanan harta benda serta keterbatasan akses menjadi alasan utama warga memilih tetap berada di rumah.
Namun, kondisi ini mulai menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan balita. Genangan air yang belum surut dikhawatirkan dapat memicu masalah kesehatan, termasuk penyakit kulit dan gangguan pernapasan. Selain itu, pasokan makanan dan air bersih mulai menipis di beberapa rumah warga.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera turun tangan dengan menyalurkan bantuan logistik, obat-obatan, serta perahu karet untuk membantu proses evakuasi jika kondisi memburuk. Kehadiran petugas di lapangan dinilai penting untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat penanganan darurat.
Banjir di Desa Idaman bukan kali pertama terjadi. Setiap musim hujan, luapan Sungai Cilemer kerap merendam permukiman warga. Masyarakat menilai pendangkalan sungai menjadi salah satu penyebab utama banjir yang terus berulang. Oleh karena itu, warga mendesak adanya langkah penanganan jangka panjang, seperti normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase, agar banjir tahunan tidak terus mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. []
Diyan Febriana Citra.

