LAMBALEDA – Upaya pencarian terhadap dua warga Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga tertimbun tanah longsor masih terus dilakukan hingga Sabtu (24/01/2026) pagi. Meski tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran sejak Jumat (23/01/2026), keberadaan kedua korban belum juga ditemukan.
Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi pada Kamis (22/01/2026) sore, setelah wilayah Lambaleda diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak pagi hari. Curah hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan struktur tanah menjadi labil, hingga akhirnya longsor dan menimpa area permukiman warga. Material longsoran berupa tanah, batu, dan lumpur diduga menimpa dua orang yang berada tidak jauh dari titik kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya segera merespons laporan bencana tersebut dengan mengerahkan personel ke lokasi. Tim Rescue dari Pos SAR Manggarai Barat menjadi unsur pertama yang tiba dan langsung bergabung dengan tim SAR gabungan.
“Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat sudah tiba di lokasi dan langsung bergabung dengan tim SAR gabungan. Namun hingga operasi SAR hari pertama berakhir, hasil pencarian masih nihil,” kata Fathur Rahman.
Menurutnya, medan di lokasi longsor menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat. Hujan lebat yang masih turun secara berkala membuat tanah semakin licin dan berpotensi memicu longsor susulan. Selain itu, akses menuju Kampung Pau sempat terhambat karena sebagian jalur tertutup material longsor, sehingga pergerakan alat dan personel harus dilakukan secara bertahap dan ekstra hati-hati.
Fathur menambahkan bahwa keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah tersebut turut menyulitkan koordinasi antarunsur yang terlibat dalam operasi SAR. Meski demikian, seluruh tim tetap berupaya maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel.
“Kondisi cuaca dan medan cukup menyulitkan. Meski demikian, operasi SAR akan dilanjutkan pada hari kedua dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel,” ujarnya.
Dua warga yang hingga kini masih dalam pencarian diketahui bernama Theresia Resen (47) dan Yustina Mira (19). Keduanya merupakan warga Kampung Pau, Desa Goreng Meni, yang diduga berada di sekitar lokasi saat longsor terjadi. Pihak keluarga korban terus menanti kabar dengan penuh harap, sementara warga setempat turut membantu tim SAR dengan memberikan informasi dan dukungan logistik.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Pos SAR Manggarai Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur, Polres Manggarai Timur, personel Brimob, TNI, tenaga kesehatan, hingga aparat kecamatan dan pemerintah desa setempat. Masyarakat sekitar juga ikut berpartisipasi secara sukarela dalam proses pencarian, meskipun dibayangi rasa khawatir akan potensi bahaya lanjutan.
Pihak SAR mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi bencana untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan di wilayah Manggarai Timur dilaporkan masih cukup tinggi, sehingga risiko longsor susulan masih terbuka.
Fathur Rahman juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor kepada aparat setempat apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi lingkungan yang mencurigakan. Upaya pencegahan dan kewaspadaan dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban tambahan di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah NTT. []
Diyan Febriana Citra.

