KUPANG – Aktivitas seismik kembali terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,5 mengguncang Kabupaten Kupang pada Sabtu (24/01/2026) pagi. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 06.24 WIB dan sempat dirasakan oleh sebagian warga di wilayah sekitar pusat gempa, meskipun tidak menimbulkan dampak signifikan.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki pusat atau episenter di laut, tepatnya pada koordinat 9,29 Lintang Selatan dan 123,88 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 77 kilometer barat laut Kabupaten Kupang. Sementara itu, kedalaman gempa tercatat mencapai 49 kilometer, yang tergolong sebagai gempa dangkal hingga menengah.
BMKG menjelaskan bahwa gempa dengan kekuatan Magnitudo 3,5 umumnya berskala kecil dan jarang menimbulkan kerusakan. Namun, guncangan tetap dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang berada di sekitar episenter. Informasi awal mengenai kejadian ini disampaikan secara cepat oleh BMKG melalui saluran resminya.
“Gempa Mag:3.5, 24-Jan-2026 06:24:54WIB, Lok:9.29LS, 123.88BT (77 km BaratLaut KAB-KUPANG-NTT), Kedlmn:49 Km,” tulis BMKG dalam keterangannya dikutip Sabtu (24/01/2026).
Hingga beberapa jam setelah kejadian, BMKG menyatakan belum menerima laporan terkait adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa guncangan yang terjadi relatif ringan dan tidak menimbulkan dampak serius terhadap aktivitas masyarakat setempat.
Meski demikian, BMKG tetap mengimbau warga agar tidak lengah dan senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Wilayah Nusa Tenggara Timur diketahui berada di kawasan rawan gempa karena posisinya yang berdekatan dengan jalur pertemuan lempeng tektonik. Oleh sebab itu, potensi gempa susulan, meskipun kecil, tetap perlu diantisipasi.
Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG mengingatkan agar warga hanya mengacu pada informasi resmi dan terpercaya, khususnya terkait kebencanaan. Langkah ini penting guna menghindari kepanikan yang tidak perlu di tengah situasi pascagempa.
BMKG menegaskan bahwa data yang disampaikan pada tahap awal bersifat sementara dan dapat mengalami pembaruan seiring dengan masuknya data tambahan dari berbagai sensor seismik.
“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat di wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya diimbau untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman, serta mengetahui langkah-langkah dasar mitigasi bencana gempa bumi. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus melakukan pemantauan guna memastikan situasi tetap kondusif.
Dengan tidak adanya laporan kerusakan maupun korban, aktivitas masyarakat di Kabupaten Kupang dilaporkan tetap berjalan normal. Namun, kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam tetap menjadi hal penting, terutama di wilayah yang rawan aktivitas seismik seperti Nusa Tenggara Timur. []
Diyan Febriana Citra.

