Ende Diguncang Gempa 3,1 Magnitudo Senin Dini Hari

Ende Diguncang Gempa 3,1 Magnitudo Senin Dini Hari

Bagikan:

ENDE – Aktivitas seismik kembali tercatat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi berkekuatan 3,1 magnitudo mengguncang Kabupaten Ende pada Senin (26/01/2026) pagi. Meski tergolong gempa kecil, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa wilayah NTT merupakan salah satu kawasan rawan gempa di Indonesia.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05.02 WIB atau sekitar pukul 06.02 WITA. Getaran dirasakan sesaat oleh sebagian warga, terutama mereka yang berada di wilayah Ende dan sekitarnya. Namun, hingga laporan ini disusun, tidak ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

BMKG mencatat pusat gempa berada di koordinat 8,33 Lintang Selatan dan 121,73 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 57 kilometer timur laut Ende. Gempa dilaporkan terjadi pada kedalaman dangkal, yakni 2 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman yang relatif dangkal ini membuat getaran gempa berpotensi lebih terasa di permukaan, meskipun kekuatannya tidak besar.

Sejumlah warga Ende mengaku sempat terbangun akibat getaran singkat yang dirasakan pada dini hari. Namun, situasi segera kembali normal dan aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Aparat setempat pun terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan dari gempa tersebut.

BMKG menegaskan bahwa informasi awal gempa bersifat sementara dan masih dapat mengalami perubahan seiring masuknya data tambahan dari berbagai sensor pemantau gempa. Hal tersebut merupakan prosedur standar dalam penyampaian informasi gempa bumi secara cepat kepada masyarakat.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” demikian keterangan BMKG di akun X-nya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengikuti pembaruan resmi dari BMKG dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, mengingat gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

Wilayah Nusa Tenggara Timur memang dikenal memiliki aktivitas tektonik yang cukup tinggi. Letaknya yang berada di pertemuan sejumlah lempeng tektonik membuat kawasan ini kerap mengalami gempa bumi dengan berbagai skala kekuatan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko apabila terjadi gempa yang lebih besar.

Pakar kebencanaan kerap mengingatkan pentingnya pemahaman mitigasi bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa. Langkah-langkah sederhana seperti mengetahui jalur evakuasi, mengamankan perabot rumah tangga, serta memahami prosedur penyelamatan diri saat gempa terjadi dinilai sangat krusial.

Hingga Senin (26/01/2026) pagi, BMKG belum melaporkan adanya gempa susulan yang signifikan. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman dan terkendali. Masyarakat diimbau tetap waspada, namun tidak perlu khawatir berlebihan, serta selalu mengakses informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews