Dua Kios di Nunukan Selatan Terbakar, Kerugian Capai Rp60 Juta

Dua Kios di Nunukan Selatan Terbakar, Kerugian Capai Rp60 Juta

Bagikan:

NUNUKAN – Insiden kebakaran kembali terjadi di wilayah Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Dua bangunan kios yang berada di Jalan Ujang Dewa, RT 002, dilalap api pada Senin (26/01/2026) malam sekitar pukul 22.55 Wita. Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar karena api membesar dengan cepat dan disertai suara menyerupai ledakan.

Berdasarkan keterangan sementara dari pihak Dinas Pemadam Kebakaran Nunukan, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik. Api pertama kali muncul dari meteran listrik yang terpasang di salah satu kios, sebelum kemudian menjalar ke bagian bangunan lainnya. Kondisi bangunan kios yang saling berdekatan turut mempercepat perambatan api.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian dari Bhabinsa Nunukan Selatan. Setelah menerima laporan tersebut, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

“Bangunan yang terbakar adalah dua kios, dengan luas 4×6 meter dan 5×7 meter milik Bapak Dahlan,” ujarnya melalui pesan tertulis.

Api yang berkobar cukup besar menyebabkan aliran listrik di wilayah Nunukan Selatan sempat dipadamkan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar korsleting tidak meluas ke jaringan lain yang berpotensi memperparah kebakaran. Selain itu, pemadaman listrik juga bertujuan untuk menjamin keselamatan petugas pemadam kebakaran dan warga sekitar dari risiko sengatan listrik.

Pemadaman listrik secara mendadak juga dinilai penting untuk melindungi instalasi jaringan agar tidak mengalami kerusakan lebih lanjut akibat panas dan kobaran api. Situasi tersebut membuat sebagian warga sekitar harus beraktivitas dalam kondisi gelap selama proses pemadaman berlangsung.

Untuk menjinakkan api, petugas pemadam kebakaran menurunkan empat armada pemadam beserta armada suplai pendukung. Upaya pemadaman berlangsung cukup intensif guna memastikan api tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya yang berada di kawasan padat aktivitas.

Wahyudi menjelaskan, dari hasil pengumpulan informasi di lapangan, sumber api berasal dari meteran listrik. Meteran tersebut terbakar dan sempat mengeluarkan suara seperti ledakan sebelum api membesar.

“Api muncul pada meteran listrik yang kemudian membesar. Meteran yang terbakar sempat mengeluarkan suara seperti ledakan,” kata Wahyudi.

Akibat kebakaran tersebut, sejumlah barang yang berada di dalam kios tidak dapat diselamatkan. Wahyudi menyebutkan, kerugian materi yang dialami pemilik kios cukup signifikan.

“Ada sepuluh unit kulkas terbakar, satu unit sepeda listrik. Akumulasi kerugian akibat kebakaran ini sekitar Rp 60 juta,” kata Wahyudi.

Beruntung, dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, pihak pemadam kebakaran mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya korsleting listrik, khususnya pada instalasi listrik yang sudah tua atau tidak sesuai standar. Pemeriksaan rutin dan penggunaan perangkat pengaman listrik dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews