MAKASSAR – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/01/2026), tidak hanya menjadi forum konsolidasi internal partai, tetapi juga momentum strategis untuk memperluas jejaring politik PSI di kawasan timur Indonesia. Kehadiran Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menjadi simbol penguatan struktur partai sekaligus penanda arah ekspansi politik PSI di wilayah Sulawesi.
Rakernas yang digelar di Hotel Claro, Makassar, dihadiri sejumlah elite PSI, di antaranya Ahmad Ali, Raja Juli Antoni, Grace Natalie, dan Isyana Bagoes Oka. Selain jajaran internal partai, perhatian publik juga tertuju pada kehadiran pasangan Rusdi Masse dan Fatmawati Rusdi. Rusdi Masse merupakan anggota DPR yang baru mengundurkan diri dari Senayan serta Partai Nasdem, sementara Fatmawati Rusdi menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dari Partai Nasdem. Kehadiran keduanya memberi dimensi politik tersendiri bagi Rakernas PSI kali ini.
Secara simbolik, keterlibatan keluarga Rusdi dalam struktur kegiatan Rakernas turut memperkuat nuansa strategis acara tersebut. Anak Rusdi dan Fatmawati, Muammar Gandi Rusdi, dipercaya menjadi Ketua Organizing Committee Rakernas perdana PSI, menandai keterlibatan generasi muda dalam aktivitas politik PSI di tingkat nasional dan daerah.
Acara Rakernas diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars PSI sebagai bagian dari agenda formal. Namun, di balik rangkaian acara tersebut, isu paling menonjol adalah sinyal bergabungnya Rusdi Masse ke PSI. Kaesang Pangarep sebelumnya telah menyampaikan pernyataan terbuka terkait hal tersebut.
“Anaknya sudah gabung, Bapak-nya insyaallah besok,” ujar Kaesang usai melantik Muammar Gandi Rusdi sebagai Ketua DPW PSI Sulsel di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/01/2026).
“Tinggal satu lagi Gandi, dipengaruhi sedikit-sedikit boleh,” sambungnya.
Pernyataan ini memperkuat spekulasi politik mengenai potensi realignment kekuatan politik di Sulawesi Selatan, mengingat Rusdi Masse dikenal sebagai figur politik berpengaruh di wilayah tersebut.
Namun demikian, Ketua Harian PSI Ahmad Ali menegaskan bahwa secara administratif Rusdi Masse belum resmi menjadi kader PSI.
“Rusdi Masse belum memegang KTA PSI,” kata Ali. Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan terjadinya proses politik lanjutan.
Ali bahkan secara terbuka menyampaikan optimisme politik jika Rusdi Masse benar-benar bergabung. “Akan menjadi energi besar ketika beliau bergabung di PSI. Artinya itu apa? Saya sangat optimis bahwa ketika Pak RMS bergabung, maka saya berani kalau kemarin Ketua Umum saya berani mengeklaim Jawa Tengah sebagai kandangnya gajah, maka hari ini saya akan mengatakan Sulawesi akan menjadi kandangnya gajah,” jelas Ali.
Ia juga mengaitkan optimisme tersebut dengan rekam jejak politik masa lalu. “Ini bukan hal baru. Kami bersama dengan RMS ini, adik saya, kami pernah membuktikan itu. Di rumah lama kami, kami pernah menjadikan Sulawesi ini sebagai kandangnya partai biru dulu. Insyaallah sejarah itu akan terulang di Partai Solidaritas Indonesia,” imbuh Ali.
Rakernas PSI di Makassar akhirnya tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi partai, tetapi juga ruang konsolidasi politik yang sarat makna strategis. Kehadiran tokoh-tokoh lintas partai, dinamika relasi personal, serta sinyal pergeseran afiliasi politik menunjukkan bahwa Rakernas ini berfungsi sebagai titik awal konfigurasi kekuatan baru PSI di kawasan timur Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan. []
Diyan Febriana Citra.

