PURWOREJO – Peristiwa dugaan percobaan pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Dusun Kalongan II, Desa Mudalrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, bukan hanya menjadi catatan kriminal, tetapi juga potret nyata tentang solidaritas keluarga dan respons cepat warga dalam menyelamatkan nyawa seorang lansia. Kejadian yang berlangsung menjelang waktu subuh itu menunjukkan bahwa keberanian dan kewaspadaan masih menjadi benteng utama masyarakat desa dalam menghadapi ancaman kejahatan.
Korban dalam peristiwa tersebut adalah A (72), warga RT 01 RW 04 Dusun Kalongan II, yang mengalami luka-luka akibat perlawanan dengan pelaku yang diduga hendak mencuri di rumahnya. Insiden terjadi pada Selasa (03/02/2026) sekitar pukul 04.30 WIB, saat lingkungan masih sepi dan sebagian besar warga belum memulai aktivitas pagi.
Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Catur Agus Yudo Praseno, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini masuk dalam kategori dugaan tindak pidana percobaan pencurian dengan pemberatan disertai kekerasan.
“Benar, telah terjadi dugaan percobaan pencurian dengan pemberatan di Desa Mudalrejo, Kecamatan Loano, sekitar pukul 04.30 WIB. Korban mengalami luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Purworejo,” ujar AKP Catur.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, pelaku diduga masuk ke dalam rumah korban melalui plafon bagian belakang rumah, tepatnya di area dapur. Aksi tersebut berlangsung secara senyap dan tidak langsung diketahui oleh penghuni rumah. Kondisi sekitar yang masih gelap dan sepi turut memberi peluang bagi pelaku untuk menjalankan aksinya.
Dari keterangan keluarga, peristiwa bermula ketika korban dan istrinya hendak melaksanakan shalat subuh. Anak korban, ZUM (47), menuturkan bahwa ibunya sempat melihat lampu dapur dalam keadaan menyala.
“Namun karena masih mengantuk dan mengira tidak ada hal mencurigakan, orang tua saya tetap melanjutkan shalat subuh,” ujar ZUM.
Usai shalat, korban A bermaksud mengecek kondisi dapur. Pada saat itulah, tanpa disadari, pelaku muncul dari arah belakang dan langsung menyekap korban. Meski telah lanjut usia, korban tetap berusaha melakukan perlawanan demi menyelamatkan diri, yang kemudian memicu terjadinya kekerasan fisik hingga menyebabkan luka.
Situasi semakin menegangkan ketika istri korban mendengar keributan dan teriakan suaminya. Dalam kondisi panik, ia langsung berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga. “Mamak saya langsung lari keluar rumah sambil teriak-teriak minta tolong ke tetangga. Saya juga ikut berteriak sekuat tenaga supaya warga cepat datang,” kata ZUM.
Teriakan tersebut memancing respons cepat warga sekitar. Menyadari aksinya diketahui banyak orang, pelaku panik dan melarikan diri sebelum sempat membawa barang apa pun. Korban yang terluka segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Purworejo untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Hingga kini, korban masih dalam penanganan dokter.
Kasus ini kini ditangani Tim Reserse Mobil (Resmob) Satreskrim Polres Purworejo bersama Unit Reskrim Polsek Loano. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi kejadian guna mengungkap identitas serta keberadaan pelaku.
AKP Catur juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada jam-jam rawan menjelang subuh, serta segera melapor kepada aparat kepolisian apabila mengetahui aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada kepedulian dan solidaritas antarwarga. []
Diyan Febriana Citra.

