Gempa M 4,3 Guncang Kuta Selatan Bali, Kedalaman 5 Km

Gempa M 4,3 Guncang Kuta Selatan Bali, Kedalaman 5 Km

Bagikan:

BALI – Aktivitas seismik kembali terjadi di wilayah Bali bagian selatan setelah gempa bumi berkekuatan 4,3 magnitudo mengguncang kawasan Kuta Selatan, Rabu (04/02/2026) pagi. Peristiwa ini terjadi saat sebagian besar warga masih berada dalam waktu istirahat dini hari, sehingga sempat menimbulkan kepanikan ringan di sejumlah permukiman, meski tidak dilaporkan adanya kerusakan fisik maupun korban jiwa.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tercatat terjadi sekitar pukul 05.11 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 261 kilometer barat daya wilayah Kuta Selatan, Bali, dengan kedalaman hiposenter 5 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal ini menyebabkan getaran terasa di sejumlah wilayah pesisir selatan Pulau Dewata, meskipun intensitasnya tergolong lemah hingga sedang.

BMKG menyebutkan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa tektonik yang dipicu oleh aktivitas pergerakan lempeng di zona subduksi selatan Pulau Bali. Wilayah ini memang dikenal sebagai salah satu kawasan rawan gempa karena berada di jalur pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktivitas tersebut secara alami berpotensi menimbulkan getaran gempa dengan magnitudo kecil hingga menengah secara berkala.

Meski getaran sempat dirasakan oleh sebagian warga, hingga beberapa jam setelah kejadian belum terdapat laporan resmi terkait kerusakan bangunan, gangguan infrastruktur, maupun korban terdampak. Aktivitas masyarakat dan operasional sektor pariwisata di kawasan Kuta Selatan dilaporkan tetap berjalan normal. Sejumlah warga mengaku hanya merasakan guncangan singkat tanpa dampak lanjutan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diminta untuk selalu mengakses informasi resmi dari BMKG dan instansi pemerintah terkait apabila terjadi gempa susulan atau perkembangan situasi terbaru.

BMKG juga memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini didasarkan pada parameter kekuatan gempa, lokasi pusat gempa, serta kedalaman hiposenter yang tidak memenuhi kriteria pemicu tsunami. Dengan demikian, masyarakat pesisir diminta untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah mitigasi bencana.

Para ahli kebencanaan menilai bahwa gempa dengan magnitudo sedang seperti ini merupakan bagian dari dinamika alamiah wilayah Indonesia yang berada di cincin api Pasifik (Ring of Fire). Aktivitas seismik di kawasan Bali dan Nusa Tenggara merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor utama dalam mengurangi risiko bencana.

Dalam konteks mitigasi, masyarakat diimbau untuk memahami prosedur keselamatan gempa, seperti mengenali titik evakuasi, memastikan struktur bangunan aman, serta menyiapkan perlengkapan darurat di rumah. Pemerintah daerah juga terus memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana melalui edukasi publik, simulasi evakuasi, dan penguatan sistem peringatan dini.

Gempa di Kuta Selatan ini menjadi pengingat bahwa wilayah Bali, meskipun dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetap berada di kawasan rawan bencana geologi. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi penting dalam membangun sistem mitigasi yang berkelanjutan, guna meminimalkan dampak apabila terjadi gempa dengan skala yang lebih besar di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Kuta Selatan dan wilayah sekitarnya dilaporkan kondusif, tanpa gangguan berarti terhadap aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews