PASURUAN – Aparat gabungan Polres Pasuruan Kota dan Kodim 0819 Pasuruan memperketat pengamanan kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan, Jawa Timur, menyusul konflik antar kelompok nelayan yang memicu aksi pembakaran perahu. Penjagaan intensif dilakukan hingga larut malam, Rabu (04/02/2026), sebagai langkah pencegahan agar situasi tidak berkembang menjadi bentrokan terbuka.
Fokus utama pengamanan diarahkan pada upaya meredam emosi ratusan nelayan dari dua wilayah berbeda, yakni Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, dan Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Aparat gabungan tampak melakukan penghalauan dan pembatasan pergerakan massa demi menghindari aksi balasan yang berpotensi meluas.
Dari pantauan di lapangan hingga Kamis (05/02/2026) dini hari, kawasan sisi barat pelabuhan menjadi titik utama penjagaan. Polisi dan TNI memblokade akses jalan dari arah barat Ngemplakrejo yang selama ini menjadi jalur utama nelayan dari Dusun Kisik menuju area pelabuhan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya taktis untuk memisahkan konsentrasi massa dari kedua kelompok yang sempat bersiap melakukan aksi balasan.
Ratusan nelayan dari wilayah Ngemplakrejo bahkan diminta untuk kembali ke rumah masing-masing demi menjaga ketertiban lingkungan dan keamanan keluarga.
“Bapak-bapak, ayo balik ke rumah masing-masing. Silahkan jaga dan beristirahat di rumah,” kata salah satu aparat yang berjaga.
Di lokasi yang sama, petugas pemadam kebakaran dari BPBD Kota Pasuruan terus melakukan pembasahan di area perahu yang terbakar guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari pengamanan situasi agar tidak terjadi kepanikan lanjutan di tengah masyarakat sekitar pelabuhan.
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly, menegaskan bahwa aparat fokus menjaga stabilitas keamanan dan mencegah konflik susulan. Untuk memperkuat pengamanan, pihaknya mengerahkan satu kompi Brimob yang terdiri dari dua pleton Brimob Porong dan dua pleton Brimob Medaeng untuk berjaga di sekitar kawasan pelabuhan dan titik-titik rawan lainnya.
Ia mengimbau seluruh pihak agar tidak terpancing emosi dan menyelesaikan persoalan dengan cara damai.
“Permasalahan ini bisa kita selesaikan dengan kepala dingin. Dan besok juga akan dilanjutkan dengan kegiatan (dialog) yang menyelesaikan dari permasalahan yang mungkin tadi sedikit kesalahpahaman tertentu,” kata Yudho.
Menurut Yudho, pendekatan persuasif dan komunikasi antar pihak menjadi kunci utama agar konflik tidak berkembang menjadi kekerasan yang lebih luas. Aparat, kata dia, tidak hanya mengedepankan pengamanan fisik, tetapi juga membuka ruang dialog sebagai jalan penyelesaian.
Usai menyiagakan jajarannya, Kapolres memastikan kondisi keamanan Kota Pasuruan, khususnya di kawasan pelabuhan, telah terkendali.
“Jadi kita tegaskan ke seluruh masyarakat bahwa situasi Pasuruan Kota sudah kondusif dan aman. Masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan nyaman dan aman. Terima kasih, selamat malam,” pungkasnya.
Sebagai informasi, konflik bermula dari insiden melautnya sebuah perahu nelayan yang menggunakan jaring trawl milik nelayan Ngemplakrejo yang dinilai terlalu ke pinggir perairan Katingan, Kabupaten Sidoarjo. Insiden tersebut memicu ketegangan dengan nelayan Dusun Kisik. Meski sempat diredam melalui dialog di rumah anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Mashuda Hidayatullah, situasi kembali memanas beberapa jam kemudian setelah empat perahu milik warga Dusun Kisik yang bersandar di Pelabuhan Pasuruan dibakar oleh orang tidak dikenal. Peristiwa itulah yang memicu siaga penuh aparat keamanan hingga larut malam. []
Diyan Febriana Citra.

