MAGELANG – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur padat aktivitas kendaraan berat di Kabupaten Magelang. Insiden beruntun yang melibatkan tiga unit truk terjadi di kawasan pertigaan Toko Tape Ketan, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (05/02/2026) pagi. Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 05.00 WIB, saat kondisi lalu lintas mulai meningkat seiring aktivitas pagi hari warga dan distribusi logistik.
Peristiwa ini menyoroti tingginya risiko kecelakaan di jalur distribusi antarkota, khususnya pada jam-jam rawan ketika pengemudi masih dalam kondisi lelah atau kurang fokus. Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula dari sebuah truk tronton bernomor polisi L 9305 UU yang melaju dari arah Yogyakarta menuju Magelang. Kendaraan berat tersebut dikemudikan MI, warga Kabupaten Semarang.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Magelang, Ipda Ricky S. Hartono, menjelaskan bahwa posisi kendaraan yang terlalu ke kiri menjadi pemicu awal insiden. Di lokasi kejadian, terdapat dua truk bak terbuka yang sedang parkir di pinggir jalan.
“Di TKP [tempat kejadian perkara] ada dua truk yang sedang parkir di pinggir jalan. Karena (sopir) kontainer kurang konsentrasi, akhirnya menabrak,” ujar Ricky di lokasi kecelakaan.
Tabrakan tersebut menyebabkan dua truk yang sedang parkir mengalami kerusakan cukup parah. Truk pertama yang tertabrak mengalami ringsek di bagian depan, sementara truk yang berada di posisi paling depan terdorong hingga terguling ke sisi kiri jalan. Benturan keras juga mengakibatkan kerusakan pada bagian depan truk tronton yang menabrak dari belakang.
Dampak kecelakaan tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas warga sekitar. Muatan kedelai yang diangkut salah satu truk bak terbuka berceceran di badan jalan. Sejumlah karung masih dalam kondisi utuh, namun sebagian lainnya terbuka sehingga biji kedelai berserakan dan menutup sebagian jalur kendaraan. Kondisi ini membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak membahayakan pengguna jalan lain.
Keterangan awal dari pengemudi truk tronton mengindikasikan faktor kelelahan sebagai penyebab utama kecelakaan.
“Untuk keterangan sementara, sopir (tronton) menyampaikan karena ngantuk,” ucap Ricky.
Petugas kepolisian bersama warga dan pihak terkait langsung melakukan pengamanan lokasi, evakuasi kendaraan, serta pembersihan muatan kedelai dari badan jalan. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena melibatkan kendaraan bertonase besar dan posisi salah satu truk yang terguling.
Hingga berita ini diturunkan, aparat masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan arus lalu lintas kembali normal dan tidak terjadi kemacetan panjang. Polisi juga mengatur lalu lintas secara bergantian demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Meski kerusakan material cukup besar, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh pengemudi dan pihak yang terlibat dipastikan selamat, meski beberapa kendaraan mengalami kerusakan berat.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, khususnya bagi pengemudi kendaraan berat yang menempuh perjalanan jarak jauh. Faktor kelelahan dan kurang konsentrasi masih menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas, terutama di jalur distribusi logistik antarkota yang padat.
Kepolisian mengimbau para pengemudi, khususnya sopir truk, untuk memastikan kondisi fisik tetap prima, beristirahat cukup, dan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada jam-jam rawan pagi hari. Keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib. []
Diyan Febriana Citra.

