Tanah Bergerak Terjang Permukiman di Samarinda Seberang

Tanah Bergerak Terjang Permukiman di Samarinda Seberang

Bagikan:

SAMARINDA — Ancaman bencana geologi kembali menghantui kawasan permukiman warga di Kota Samarinda. Peristiwa tanah bergerak terjadi di Jalan Atlit PON, Perumahan Bumi Prestasi Kencana (BPK) Blok A2 Nomor 6 RT 36, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Samarinda Seberang, Jumat (06/02/2026) malam. Kejadian ini tidak hanya berdampak pada dua rumah warga, tetapi juga menempatkan sedikitnya empat rumah lain dalam kondisi rawan karena berada di bawah lereng tebing yang mengalami pergerakan tanah.

Fenomena tanah bergerak tersebut diduga kuat dipicu oleh kondisi tanah yang jenuh air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Struktur tanah yang labil di sekitar lereng memperbesar risiko longsor, sehingga menyebabkan retakan hingga amblesan yang mengancam keselamatan warga.

Sahrudin, warga RT 36 yang berada di sekitar lokasi kejadian, menjelaskan bahwa gejala awal sudah terlihat sebelum longsor benar-benar terjadi. Retakan tanah mulai muncul dan semakin melebar seiring waktu, hingga akhirnya terjadi pergerakan tanah yang signifikan.

“Sekitar jam sembilan malam tiba-tiba tanahnya bergerak, muncul retakan-retakan, lama-lama tanahnya longsor. Pas benar-benar ambrol itu sekitar jam setengah sepuluh malam,” ujar Sahrudin.

Peristiwa tersebut menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar, terutama karena dua rumah berada tepat di area terdampak. Kedua bangunan tersebut masih dihuni saat kejadian berlangsung, sehingga langkah evakuasi harus segera dilakukan demi mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Ada dua rumah yang terdampak, ada penghuninya. Dua kepala keluarga sudah dievakuasi keluar demi keselamatan,” sebut Sahrudin lagi.

Selain kerusakan fisik, peristiwa ini juga menimbulkan kekhawatiran psikologis bagi warga sekitar. Mereka khawatir pergerakan tanah akan terus berlanjut, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan dan struktur tanah dinilai belum stabil. Warga berharap ada langkah cepat dan konkret dari pemerintah daerah agar risiko bencana tidak semakin meluas.

“Harapan kami semoga BPBD cepat menangani dan pemerintah kota bisa segera memperbaiki kondisi di sini,” tambah Sahrudin.

Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan awal. Anggota TRC BPBD Kota Samarinda, Muhammad Randa, membenarkan adanya peristiwa tanah bergerak tersebut.

“Saat ini terjadi insiden tanah bergerak di Perumahan BPK, menurut keterangan warga sekitar jam setengah sepuluh malam tanah mulai bergerak,” jelas Randa.

Ia menambahkan bahwa ancaman tidak hanya dialami oleh dua rumah yang terdampak langsung, tetapi juga empat rumah lain yang posisinya berada di bawah lereng tebing dan berpotensi terkena dampak lanjutan.

“Saat ini kami mengambil data sementara dan menghimbau warga untuk tetap waspada. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar besok segera ditindaklanjuti,” ucap Randa lagi.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana berbasis lingkungan dan tata ruang, terutama di kawasan permukiman yang berada di sekitar lereng dan kontur tanah tidak stabil. Penanganan jangka pendek seperti evakuasi dan pengamanan lokasi menjadi langkah awal, namun solusi jangka panjang berupa perkuatan lereng, perbaikan drainase, serta kajian geoteknik sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews