Polres Mimika Kejar Pelaku Pembunuhan SL

Polres Mimika Kejar Pelaku Pembunuhan SL

Bagikan:

TIMIKA — Upaya pengungkapan kasus pembunuhan yang menewaskan SL di Jalan Ahmad Yani, Mimika, Papua Tengah, terus menjadi fokus utama jajaran Polres Mimika. Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026 itu kini memasuki tahap intensifikasi penyelidikan, dengan aparat memperluas pengejaran terhadap para terduga pelaku serta memperketat pengamanan di sejumlah titik strategis.

Hingga awal Februari 2026, kepolisian telah mengamankan satu orang yang diduga kuat memiliki keterkaitan langsung dengan peristiwa tersebut. Sementara itu, pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar buronan aparat. Langkah ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya berfokus pada pengungkapan peristiwa, tetapi juga pada pencegahan potensi pelarian para terduga pelaku ke luar wilayah Mimika.

Kapolres Mimika AKBP Bilyanda Hildario Budiman menegaskan bahwa penyidikan terus berjalan dan identitas para pelaku telah dikantongi oleh penyidik.

“Sampai dengan hari ini kita sudah mengamankan satu pelaku. Satu kita sudah mengamankan satu, kemudian untuk pelaku yang lain kami tetap kejar. Untuk nama-nama sudah kita kantongi,” ujarnya, Sabtu 7 Februari 2026.

Sebagai bagian dari strategi pengamanan, Polres Mimika memperkuat penjagaan di titik-titik keluar masuk wilayah, termasuk bandara, pelabuhan, dan terminal transportasi darat. Pengetatan ini bertujuan untuk menutup celah pergerakan buronan serta meminimalkan risiko pelarian ke daerah lain, baik melalui jalur udara, laut, maupun darat.

Kasus ini juga mendapat perhatian khusus dari pimpinan kepolisian setempat. AKBP Bilyanda menyatakan bahwa perkara tersebut menjadi atensi serius institusinya, bahkan telah menginstruksikan langsung kepada Kepala Satuan Reserse Kriminal yang baru dilantik agar penanganan perkara dilakukan secara cepat, terukur, dan tidak berlarut-larut. Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja aparat penegak hukum, khususnya dalam kasus-kasus kriminal yang menimbulkan keresahan masyarakat.

Di tengah proses hukum yang berjalan, muncul pula isu sensitif di masyarakat mengenai dugaan keterlibatan anak anggota kepolisian dalam kasus tersebut. Kapolres Mimika tidak menutup-nutupi informasi tersebut dan secara terbuka memberikan klarifikasi.

“Terkait narasi yang melibatkan anak anggota. Betul. Jadi memang itu yang bersangkutan memang anak salah satu dari anggota kami,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa institusi kepolisian berupaya bersikap transparan dalam penanganan perkara, termasuk jika terdapat keterkaitan dengan keluarga anggota internal. Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen terhadap profesionalitas, anggota kepolisian yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari tugas kedinasan.

Langkah penonaktifan ini dimaksudkan untuk memastikan proses penyidikan berjalan secara objektif, independen, dan bebas dari potensi konflik kepentingan. Polres Mimika menegaskan bahwa tidak ada perlakuan istimewa dalam penegakan hukum, serta setiap pihak yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan kombinasi langkah penegakan hukum, pengamanan wilayah, dan transparansi institusional, kepolisian berharap kasus ini dapat segera terungkap secara menyeluruh. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mendukung proses hukum dengan memberikan informasi yang relevan apabila mengetahui keberadaan pelaku yang masih buron. Penanganan kasus ini diharapkan tidak hanya menghadirkan keadilan bagi korban, tetapi juga memulihkan rasa aman di tengah masyarakat Mimika. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Kasus