BANGKALAN – Dunia futsal nasional kembali berduka. Kiper Unggul FC, klub futsal asal Malang, Azfar Burhan, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas tragis di Jalan Raya Ketengan, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (10/02/2026) dini hari. Insiden tersebut merenggut nyawa atlet muda yang tengah berada dalam fase penting kariernya, menjelang keberangkatan mengikuti ajang bergengsi National Cup 2026 di Pontianak.
Peristiwa kecelakaan terjadi saat Azfar Burhan (25), warga Bangkalan, hendak menuju Malang bersama adiknya, MB (23). Keduanya mengendarai sepeda motor bernomor polisi M 3488 IG. Menurut keterangan kepolisian, perjalanan yang awalnya berjalan normal berubah menjadi tragedi saat motor yang dikendarai Azfar mengalami oleng di Jalan Raya Ketengan, Kecamatan Burneh.
Pada waktu yang bersamaan, dari arah berlawanan melaju sebuah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) bernomor polisi N 7011 UV dengan rute Jakarta–Madura. Jarak kedua kendaraan yang terlalu dekat membuat tabrakan tidak terhindarkan.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menjelaskan kronologi singkat kejadian tersebut.
“Karena jarak dua kendaraan terlalu dekat, maka terjadilah kecelakaan tersebut,” ungkap Agung.
Benturan keras mengakibatkan Azfar Burhan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, sang adik mengalami luka berat dan segera dilarikan ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Kepergian Azfar tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan setim dan komunitas futsal. Salah satu sahabat dekat korban, Tommy Guruh Hartawan, mengungkapkan bahwa perjalanan ke Malang merupakan bagian dari persiapan penting sebelum keberangkatan tim ke luar daerah.
“Iya memang rencana mereka berdua mau ke Malang,” imbuh dia.
Diketahui, Azfar Burhan bersama Unggul FC dijadwalkan mengikuti National Cup 2026 di Pontianak. Tim futsal tersebut bahkan direncanakan bertolak ke Pontianak pada hari yang sama. Kepergian Azfar membuat rencana tersebut berubah menjadi duka kolektif bagi tim dan jajaran manajemen klub.
Bagi dunia olahraga, khususnya futsal, Azfar dikenal sebagai sosok atlet muda dengan dedikasi tinggi. Perannya sebagai penjaga gawang Unggul FC membuatnya menjadi salah satu figur penting dalam tim. Tragedi ini bukan hanya kehilangan personal, tetapi juga kehilangan aset berharga bagi perkembangan futsal daerah.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat serius tentang tingginya risiko kecelakaan lalu lintas, terutama di jalur antarkota yang dilalui kendaraan besar seperti bus AKAP. Faktor kelelahan, kondisi jalan, serta jarak kendaraan yang terlalu dekat menjadi aspek yang kerap memicu kecelakaan fatal.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait insiden tersebut guna memastikan faktor-faktor penyebab kecelakaan secara menyeluruh. Sementara itu, keluarga korban, rekan satu tim, dan komunitas futsal menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Azfar Burhan.
Kepergian atlet muda ini menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi Unggul FC, tetapi juga bagi dunia futsal Indonesia, yang kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya di usia yang masih sangat muda dan penuh harapan. []
Diyan Febriana Citra.

