Kebakaran di Muara Wis Hanguskan Lima Rumah Warga

Kebakaran di Muara Wis Hanguskan Lima Rumah Warga

Bagikan:

MUARA WIS – Kebakaran kembali menjadi ancaman serius bagi kawasan permukiman padat di wilayah perdesaan berbasis rumah kayu. Kali ini, musibah api melanda permukiman warga di RT 01 Desa Muara Wis, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, pada Selasa (10/02/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan lima rumah warga hangus terbakar dan dua rumah lainnya terdampak.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00 Wita dan mulai membesar sekitar pukul 15.30 Wita. Suasana panik sempat melanda warga karena api dengan cepat merambat ke bangunan lain. Struktur permukiman yang didominasi rumah kayu serta berdiri di atas jerambah atau jembatan kayu mempercepat penyebaran api di lokasi kejadian.

“Karena bangunan sebagian besar dari kayu dan berdiri di atas jerambah (jembatan kayu), api dengan cepat menyebar,” kata Fida Hurisani, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kutai Kartanegara.

Laporan awal kebakaran diterima petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 15.10 Wita. Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi kejadian yang berada di wilayah perairan dengan akses terbatas. Kondisi geografis tersebut membuat proses penanganan membutuhkan waktu dan peralatan khusus.

Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 15.50 Wita dan langsung melakukan upaya pemadaman secara intensif untuk mencegah api meluas ke kawasan permukiman lainnya yang lebih padat. “Api dapat dipadamkan pada pukul 16.15 Wita,” katanya.

Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan satu unit longboat milik Desa Kayu Batu yang dilengkapi dengan selang berdiameter 2,5 inci, nozel, serta mesin pompa air. Peralatan ini digunakan untuk menjangkau titik api di kawasan yang hanya dapat diakses melalui jalur air.

Meski kebakaran menyebabkan kerusakan material cukup besar, Fida memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Korban jiwa nihil,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, lima rumah yang terbakar dihuni oleh empat kepala keluarga dengan total sekitar 20 jiwa. Satu rumah yang terbakar lainnya diketahui dalam kondisi kosong saat kejadian. Selain itu, dua rumah warga lain turut terdampak, meski tidak mengalami kerusakan total.

“Kami mencatat ada empat kepala keluarga dengan total kurang lebih 20 jiwa yang terdampak langsung dari rumah yang terbakar,” jelas Fida.

Dari hasil informasi awal yang dihimpun petugas, kebakaran diduga dipicu oleh ledakan dari salah satu rumah warga. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

“Informasi awal yang kami terima, sumber api berasal dari ledakan. Namun, penyebab pastinya masih dalam penelusuran,” kata Fida.

Ia menambahkan bahwa kecepatan respons petugas menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi kejadian. Kondisi permukiman yang padat dan berbahan kayu dinilai sangat rawan terhadap risiko kebakaran besar.

“Petugas berupaya maksimal melakukan pemadaman agar kebakaran tidak meluas ke rumah warga lainnya,” tutupnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya sistem pencegahan kebakaran di kawasan permukiman berbasis kayu, khususnya di daerah perairan dan pedesaan. Selain kesiapsiagaan petugas, edukasi masyarakat terkait keselamatan penggunaan peralatan listrik, gas, dan bahan mudah terbakar juga dinilai krusial untuk menekan risiko kebakaran serupa di masa mendatang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews