Timnas U-17 Siap Bangkit di Laga Kedua Lawan China

Timnas U-17 Siap Bangkit di Laga Kedua Lawan China

Bagikan:

TANGERANG — Tim Nasional (Timnas) U-17 Indonesia bersiap menjalani laga uji coba kedua melawan China U-17 di Stadion Indomilk Arena, Rabu (11/02/2026) malam, dengan tekad memperbaiki performa sekaligus memulihkan kepercayaan diri pemain muda. Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi skuad Garuda Muda untuk menunjukkan respons setelah mengalami kekalahan telak 0-7 pada laga pertama.

Alih-alih larut dalam hasil buruk, jajaran pelatih justru menjadikan pertandingan sebelumnya sebagai bahan evaluasi menyeluruh, terutama dari aspek mental, kesiapan psikologis, dan adaptasi pemain terhadap atmosfer pertandingan internasional. Pelatih kepala Timnas U-17, Nova Arianto, menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini bukan semata soal taktik, melainkan pemulihan kondisi mental para pemain.

“Pastinya setelah hari kemarin kita lakukan recovery bagaimana kita menjaga mental pemain karena saya bisa sangat paham hasil di luar ekspektasi dari kita semua,” ujar Nova seusai memimpin latihan tim, Selasa (10/02/2026) malam.

Nova menilai kekalahan besar tersebut memang berada di luar perhitungan awal, tetapi ia melihat sisi positif dari pertandingan itu sebagai bagian dari proses pembelajaran jangka panjang. Menurutnya, sebagian besar pemain Timnas U-17 baru pertama kali tampil di level internasional, sehingga tekanan pertandingan, atmosfer stadion, dan kualitas lawan menjadi tantangan besar yang wajar terjadi.

“Bagaimana saya bisa menjaga pemain mempunyai mental yang tetap kuat untuk pertandingan nanti karena saya bisa paham itu adalah pertandingan internasional pertama mereka,” kata Nova.

Ia juga mengakui bahwa kualitas permainan China U-17 berada di atas timnya, baik dari segi fisik, pengalaman, maupun organisasi permainan. Namun, kondisi tersebut justru dianggap sebagai sarana pembentukan karakter dan kematangan mental pemain muda Indonesia. Nova berharap para pemain dapat mengambil pelajaran teknis dan nonteknis dari laga tersebut untuk memperbaiki penampilan ke depan.

“Saya senang dengan uji coba kemarin walaupun kalah pemain bisa dapat pelajaran banyak dan harapannya pemain bisa lebih enjoy, lebih menikmati pertandingan sehingga bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Selain aspek mental dan permainan, Nova juga membuka ruang evaluasi komposisi tim sebagai bagian dari proses pembentukan skuad jangka panjang. Termasuk di dalamnya kemungkinan mempertimbangkan kehadiran pemain diaspora sebagai opsi penguatan tim di masa transisi kepelatihan. Menurutnya, proses ini harus dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan tim, bukan sekadar hasil jangka pendek.

Dari sisi pemain, gelandang muda Timnas U-17, Mierza Firjatullah, mengakui bahwa tekanan mental dan rasa gugup sangat memengaruhi performa tim pada pertandingan pertama. Ia menyebut banyak pemain yang belum terbiasa tampil dalam laga internasional dengan intensitas tinggi, sehingga berdampak langsung pada kualitas permainan.

“Ya tentunya kita sudah melakukan evaluasi dari pertandingan kemarin dan kita persiapkan materi apa yang besok bisa kita lakukan,” kata Mierza.

Ia optimistis laga kedua akan menjadi ajang pembuktian bahwa Timnas U-17 mampu bangkit, bermain lebih tenang, dan tampil lebih percaya diri. Bagi Mierza dan rekan-rekannya, pertandingan ini bukan sekadar uji coba, tetapi juga bagian dari proses pembentukan mental juara dan karakter bertanding di level internasional.

Laga melawan China U-17 pun diharapkan menjadi titik balik bagi Garuda Muda, bukan hanya dari sisi hasil, tetapi juga dari kualitas permainan, kedisiplinan taktik, serta kepercayaan diri pemain dalam menghadapi tekanan pertandingan internasional. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews