BANTEN – Kebakaran besar yang melanda pabrik produksi cat PT Futanlux Chemitraco di Desa Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (11/02/2026) malam, tidak hanya menghanguskan bangunan industri, tetapi juga memicu situasi darurat yang berdampak luas bagi lingkungan sekitar. Peristiwa tersebut berlangsung selama kurang lebih enam jam, dengan kobaran api dan suara ledakan yang menciptakan kepanikan di kalangan warga serta pekerja pabrik.
Berdasarkan pantauan di lapangan, api dengan cepat menjalar ke berbagai bagian kompleks pabrik, melalap area produksi dan fasilitas pendukung. Ledakan yang terdengar berulang kali diduga berasal dari bahan kimia dan material mudah terbakar yang tersimpan di dalam area pabrik. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi jauh lebih sulit, sekaligus meningkatkan risiko bagi petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat.
Tidak hanya bangunan utama pabrik yang terdampak, kebakaran juga menghanguskan sedikitnya lima unit mobil boks operasional dan satu unit kendaraan pribadi yang terparkir di kawasan pabrik. Di tengah situasi darurat, sejumlah karyawan terlihat berusaha menyelamatkan dokumen dan barang penting dari dalam area yang masih memungkinkan untuk dijangkau. Upaya tersebut dilakukan dengan penuh risiko, mengingat api terus meluas dan suhu di sekitar lokasi sangat tinggi.
Komandan Pleton Markas Komando BPBD Kabupaten Tangerang, Amir, menjelaskan bahwa kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah menerima laporan, petugas segera mengerahkan armada pemadam dari berbagai pos untuk mencegah meluasnya api ke bangunan lain dan kawasan permukiman di sekitar pabrik. Delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan secara bertahap untuk mengendalikan situasi.
“Untuk sementara kita melakukan pencegahan perambatan pakai kimia dengan pom liquid untuk meredam perambatan,” ujar Amir pada Rabu malam, menegaskan strategi khusus yang digunakan dalam proses pemadaman.
Langkah tersebut dilakukan mengingat karakteristik bahan-bahan di pabrik cat yang mudah terbakar dan berpotensi menimbulkan reaksi berbahaya jika tidak ditangani dengan metode yang tepat. Petugas juga memprioritaskan pengamanan perimeter lokasi agar api tidak merambat ke fasilitas industri lain maupun kawasan permukiman warga.
Di luar area pabrik, situasi lalu lintas di Jalan Industri Raya III mengalami kepadatan parah. Arus kendaraan tersendat akibat keluar-masuknya armada pemadam kebakaran serta banyaknya warga yang berkumpul untuk menyaksikan peristiwa tersebut. Aparat kepolisian dan petugas lapangan tampak mengatur lalu lintas demi menjaga akses kendaraan darurat tetap terbuka.
Proses pendinginan (cooling down) dilakukan secara bertahap guna mencegah kebakaran susulan. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan sangat besar.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sistem keselamatan industri, terutama di kawasan pabrik yang menyimpan bahan kimia berbahaya. Selain penanganan darurat, evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan dan prosedur mitigasi risiko menjadi hal yang krusial untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. []
Diyan Febriana Citra.

