DENPASAR — Isu pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dengan para pelaku usaha pariwisata di Bali. Dalam forum yang digelar di Politeknik Pariwisata Bali, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Jumat (13/02/2026), Gibran menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa dipisahkan dari keberlanjutan sektor pariwisata Pulau Dewata.
Di hadapan peserta forum, Gibran secara langsung menanyakan kesiapan Pemerintah Provinsi Bali terkait pengelolaan sampah, khususnya menyangkut Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Ia meminta agar pengelolaan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, termasuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga.
“Saya titip Pak Gubernur, hulu sampai hilir ini perlu dijaga betul-betul. Habit pemilahan sampah dari rumah ini perlu digalakkan. Dalam waktu dekat yang perlu ditindaklanjuti adalah masalah TPA Suwung. Maret ya Pak?” kata Gibran.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, langsung merespons singkat, “Satu Maret Pak,” jawab Koster.
Wakil Presiden menegaskan bahwa polemik terkait rencana penutupan TPA Suwung harus segera disikapi secara bersama-sama. Ia mengungkapkan bahwa persoalan tersebut telah memunculkan respons dari masyarakat.
“Kebetulan tadi pagi sudah ada yang protes masalah itu Pak. Ini segera kita tindaklanjuti masalah TPA,” ujar Gibran.
Menurutnya, persoalan sampah di Bali memiliki urgensi tinggi karena menyangkut citra destinasi wisata internasional. Ia menyebut program Waste to Energy tengah berproses di Danantara dan menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat dalam mendorong solusi jangka panjang pengelolaan sampah.
“Sampah, nanti minggu depan langsung kita rapatkan gitu ya. Ini urgent (penting) sekali, urgent sekali ini harus segera dirumuskan,” kata Gibran.
Sebelumnya, Gubernur Bali telah menggelar rapat koordinasi bersama Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Kantor Gubernur Bali pada 10 Februari 2026. Rapat tersebut membahas skema penanganan sampah menyusul rencana penutupan TPA Suwung.
Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya memutuskan untuk menunda penutupan TPA Suwung yang semula direncanakan pada Februari 2026. Penutupan diperpanjang hingga November 2026 guna memberi waktu bagi pemerintah kabupaten/kota menyiapkan sistem pengelolaan alternatif.
Adi Arnawa menyatakan masing-masing daerah tengah menyusun langkah antisipatif. “Masing-masing wilayah, saya Badung, Denpasar mencoba membuat skema-skema. Walaupun memang cukup berat, tapi kita upayakan,” ujarnya.
Namun demikian, ia belum dapat memastikan apakah TPA Suwung benar-benar akan ditutup pada November mendatang atau kembali mengalami penundaan. “TPA Suwung belum tahu (kapan ditutup). Kalau sesuai arahan Pak Menteri, untuk sampah spesifik diberikan (dibawa ke TPA Suwung),” katanya.
Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq sebelumnya menegaskan bahwa pengelolaan sampah di Bali harus dilakukan secara komprehensif dan tidak setengah-setengah, mengingat posisi Bali sebagai destinasi wisata dunia.
“Penanganan sampah harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” kata Hanif.
Sorotan Wakil Presiden terhadap isu ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di Bali bukan sekadar isu teknis, melainkan juga menyangkut reputasi dan daya saing pariwisata nasional. Koordinasi lintas pemerintah daerah dan pusat dinilai menjadi kunci agar transisi pengelolaan sampah berjalan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun sektor pariwisata. []
Diyan Febriana Citra.

