BALIKPAPAN – Insiden teknis terjadi pada salah satu penerbangan Sriwijaya Air yang melayani rute Berau–Balikpapan pada Selasa (17/02/2026). Pesawat dengan nomor penerbangan SJY135 dilaporkan mengalami ban pecah saat proses pendaratan di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Meski sempat menimbulkan gangguan operasional bandara, peristiwa tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka pada penumpang.
Pesawat yang terlibat dalam insiden ini tercatat menggunakan registrasi PK-CLH dan merupakan armada bertipe Boeing 737-500. Pesawat mendarat pada pukul 15.38 WITA setelah menempuh penerbangan dari Bandara Kalimarau Berau. Kendala teknis terjadi sesaat setelah roda pesawat menyentuh landasan pacu, sehingga memerlukan penanganan cepat dari petugas bandara dan maskapai.
General Manager PT Kantor Cabang Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, menyampaikan bahwa situasi berhasil dikendalikan dengan baik berkat respons cepat seluruh pihak terkait.
“Telah terjadi kendala teknis pada pesawat Sriwijaya Air penerbangan SJY135 rute Berau menuju Balikpapan yang mendarat pukul 15.38 WITA. Kami pastikan seluruh 128 penumpang dalam keadaan selamat dan baik,” ujarnya melalui keterangan pers.
Menurut Iwan, setelah insiden terjadi, prosedur keselamatan langsung dijalankan. Seluruh penumpang dievakuasi dari pesawat dan diarahkan menuju area terminal bandara dengan pengawalan petugas. Proses evakuasi berjalan tertib dan lancar tanpa kepanikan, mengingat kondisi di dalam pesawat tetap terkendali.
Pihak bandara bersama maskapai segera melakukan pemeriksaan di sisi udara, termasuk pengecekan landasan pacu dan kondisi pesawat, guna memastikan tidak ada risiko lanjutan terhadap keselamatan penerbangan lain. Penanganan teknis juga dilakukan agar aktivitas bandara dapat segera kembali normal.
Dampak dari insiden tersebut menyebabkan beberapa penerbangan lain mengalami penyesuaian jadwal. Tercatat sebanyak empat penerbangan mengalami keterlambatan dengan rata-rata waktu sekitar 20 menit. Meski demikian, gangguan tersebut bersifat sementara dan tidak memicu penutupan bandara dalam waktu lama.
“Bandara SAMS Sepinggan kembali beroperasi normal pada pukul 16.03 WITA. Saat ini aktivitas lepas landas dan pendaratan di Bandara Sepinggan telah berjalan seperti biasa,” pungkasnya.
Manajemen bandara menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Insiden ini akan menjadi bahan evaluasi bersama antara otoritas bandara, maskapai, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Sementara itu, Sriwijaya Air juga diharapkan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap armada yang digunakan guna menjaga standar keselamatan penerbangan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antarinstansi dalam menangani kondisi darurat di dunia penerbangan. Respons cepat dan penerapan prosedur yang tepat terbukti mampu meminimalkan dampak serta menjaga keselamatan seluruh penumpang dan kru pesawat. []
Diyan Febriana Citra.

