JAKARTA – Aktivitas masyarakat di pusat ibu kota diperkirakan akan terdampak oleh rencana aksi unjuk rasa mahasiswa yang digelar pada Senin (23/02/2026). Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pemerintahan dan aktivitas lalu lintas padat.
Kepolisian telah bersiaga mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum akibat aksi tersebut. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyampaikan bahwa lokasi demonstrasi berada di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan Medan Merdeka Barat, wilayah Gambir.
“Unjuk rasa dari Keluarga Mahasiswa Sulawesi Tenggara dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir,” ujar Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/02/2026).
Hingga Senin pagi, aparat kepolisian belum menerima informasi resmi terkait tuntutan yang akan disampaikan oleh massa aksi. Meski demikian, pengamanan tetap dilakukan secara maksimal sebagai langkah antisipatif guna menjaga situasi tetap kondusif. Aksi unjuk rasa mahasiswa kerap menjadi sarana penyampaian aspirasi, namun berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas apabila berlangsung di kawasan strategis seperti Gambir.
Untuk memastikan kelancaran pengamanan, sebanyak 479 personel gabungan dari kepolisian disiagakan di sekitar titik-titik yang berpotensi terdampak. Personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah ruas jalan utama serta area sekitar lokasi aksi guna mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.
Terkait pengaturan lalu lintas, kepolisian menyatakan akan menerapkan rekayasa secara situasional. Artinya, penutupan atau pengalihan arus kendaraan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan, termasuk jumlah massa dan dinamika aksi yang berlangsung.
Kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan Medan Merdeka Barat diketahui merupakan jalur vital yang menghubungkan sejumlah pusat aktivitas pemerintahan dan perkantoran. Oleh karena itu, kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan rute alternatif guna menghindari potensi kemacetan.
Erlyn juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan melintas di sekitar lokasi unjuk rasa apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. “Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berjalan,” katanya.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif untuk meminimalkan kepadatan lalu lintas sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan. Kepolisian berharap kerja sama masyarakat dapat membantu kelancaran pengamanan serta mencegah terjadinya gangguan ketertiban umum.
Di sisi lain, aparat juga menegaskan komitmennya untuk mengawal jalannya aksi secara humanis, dengan tetap menjunjung tinggi hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Pengamanan difokuskan pada pencegahan tindakan anarkistis serta perlindungan terhadap fasilitas umum dan pengguna jalan.
Aksi unjuk rasa mahasiswa di Jakarta bukan kali pertama terjadi, terutama di kawasan strategis seperti Gambir. Oleh sebab itu, koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama agar kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib tanpa menimbulkan dampak luas bagi aktivitas publik.
Dengan adanya pengamanan dan pengaturan lalu lintas secara situasional, diharapkan situasi di pusat kota Jakarta tetap terkendali, serta aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan gangguan seminimal mungkin selama unjuk rasa berlangsung. []
Diyan Febriana Citra.

