Survei CNN: Pidato Trump Dipuji, Isu Biaya Hidup Masih Diragukan

Survei CNN: Pidato Trump Dipuji, Isu Biaya Hidup Masih Diragukan

Bagikan:

WASHINGTON — Pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di hadapan Kongres memperoleh sambutan positif dari sebagian besar pemirsa, namun belum sepenuhnya menghapus keraguan publik terhadap kemampuannya menangani persoalan ekonomi, khususnya kenaikan biaya hidup. Temuan tersebut tercermin dalam hasil jajak pendapat yang dilakukan lembaga SSRS untuk CNN, yang dirilis pada Rabu (25/02/2026).

Survei tersebut menunjukkan bahwa hampir dua pertiga responden menyatakan puas terhadap isi pidato presiden yang disampaikan di hadapan United States Congress. Bahkan, sebanyak 38 persen responden menyebut pandangan mereka terhadap pidato tersebut bersifat “sangat positif”. Angka ini mencerminkan tingkat penerimaan yang relatif tinggi terhadap pesan politik yang dibawa Trump, terutama di kalangan pendukungnya.

Namun demikian, kepuasan terhadap pidato tidak serta-merta berbanding lurus dengan keyakinan publik terhadap efektivitas kebijakan ekonomi pemerintah. Meski 64 persen responden meyakini arah kebijakan Trump akan membawa Amerika Serikat ke jalur yang benar, dan 54 persen menilai prioritas kebijakan yang disampaikan sudah sesuai, masih terdapat keraguan mendasar terkait isu biaya hidup yang kian menekan masyarakat.

Sebelum pidato berlangsung, mayoritas pemirsa menyatakan harapan agar Trump memberikan penekanan kuat pada isu ekonomi domestik, termasuk inflasi dan harga kebutuhan pokok. Namun, setelah pidato berakhir, hampir separuh responden sekitar 45 persen menilai pembahasan mengenai biaya hidup tidak mendapatkan porsi yang memadai. Hal ini menjadi catatan penting mengingat isu ekonomi merupakan salah satu perhatian utama publik menjelang tahun politik.

Survei tersebut juga mengungkap karakteristik audiens pidato. Penonton pidato Trump didominasi oleh simpatisan Partai Republik dengan proporsi sekitar 13 persen lebih tinggi dibandingkan komposisi pemirsa CNN secara keseluruhan. Kondisi ini dinilai turut memengaruhi tingginya tingkat kepuasan terhadap pidato, mengingat basis pendukung presiden cenderung memberikan respons positif terhadap agenda yang disampaikan.

Dari sisi durasi, pidato kenegaraan Trump mencatatkan rekor tersendiri. Dengan waktu penyampaian mencapai 107 menit atau satu jam 47 menit, pidato tersebut menjadi yang terpanjang dalam sejarah pesan presiden kepada Kongres. Rekor sebelumnya dipegang oleh mantan presiden dari Partai Demokrat, Bill Clinton, yang juga dikenal dengan pidato kenegaraannya yang panjang.

Pidato kenegaraan sendiri merupakan amanat konstitusional tahunan Presiden Amerika Serikat kepada Kongres. Dalam pidato ini, presiden menyampaikan evaluasi kondisi nasional, merangkum capaian pemerintahan, serta memaparkan agenda kebijakan yang akan menjadi fokus ke depan. Oleh karena itu, pidato tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi tolok ukur arah kebijakan dan kepemimpinan presiden.

Hasil jajak pendapat SSRS–CNN ini menunjukkan bahwa meskipun pesan politik Trump mendapat sambutan positif, tantangan terbesar pemerintahannya masih terletak pada pembuktian konkret di bidang ekonomi. Publik kini menantikan langkah nyata untuk meredam tekanan biaya hidup yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional