Pesawat Kargo Bermuatan Uang Tunai Jatuh di Bolivia, 15 Korban Jiwa

Pesawat Kargo Bermuatan Uang Tunai Jatuh di Bolivia, 15 Korban Jiwa

Bagikan:

LA PAZ – Sebuah kecelakaan udara tragis mengguncang Bolivia pada Jumat (27/02/2026) waktu setempat, ketika pesawat kargo militer yang mengangkut uang tunai jatuh saat hendak mendarat di sekitar ibu kota La Paz. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 15 orang dan memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian, khususnya di area jalan raya padat yang berdekatan dengan bandara.

Pesawat kargo militer jenis C-130 Hercules dilaporkan tergelincir keluar dari landasan pacu Bandara Internasional El Alto sebelum akhirnya menabrak sejumlah kendaraan yang tengah melintas di jalan raya. Rekaman video yang beredar luas di media lokal dan dikutip Agence France-Presse memperlihatkan badan pesawat hancur dan puing-puing berserakan di sekitar lokasi, termasuk di antara kendaraan sipil yang terdampak.

Akibat kecelakaan tersebut, setidaknya satu mobil dilaporkan hancur total, sementara beberapa truk mengalami kerusakan parah. Korban jiwa tidak hanya berasal dari penumpang dan awak pesawat, tetapi juga pengguna jalan yang berada di jalur tabrakan. Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat kondisi medan yang dipenuhi puing serta kerumunan warga yang berusaha mendekat.

“Kami sedang mengevakuasi jenazah orang-orang yang, sangat disayangkan, menjadi korban dalam kecelakaan ini,” kata Kolonel Pavel Tovar dari departemen pemadam kebakaran nasional Bolivia saat berbicara kepada wartawan.

Kolonel Tovar menegaskan bahwa jumlah korban tewas sementara mencapai 15 orang, sementara belasan lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam. Para korban luka segera dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Kementerian Pertahanan Bolivia membenarkan terjadinya kecelakaan pesawat militer tersebut, namun hingga kini belum merinci penyebab pasti insiden maut itu. Sementara itu, NAABOL atau Otoritas Navigasi Udara dan Bandara Bolivia menyampaikan bahwa pesawat tersebut sebelumnya lepas landas dari kota Santa Cruz sebelum mengalami kecelakaan saat fase pendaratan. Akibat insiden tersebut, operasional Bandara Internasional El Alto sempat dihentikan sementara demi alasan keselamatan.

Fakta lain yang turut menyita perhatian publik adalah muatan pesawat berupa uang kertas Bolivia yang berhamburan ke berbagai arah setelah pesawat jatuh. Kondisi ini memancing sebagian warga mendekati lokasi kejadian untuk mencoba mengambil uang tersebut. Aparat kepolisian terpaksa bertindak tegas dengan menggunakan gas air mata guna membubarkan massa dan mengamankan area kecelakaan agar proses evakuasi dan penyelidikan dapat berjalan lancar.

Hingga saat ini, penyebab jatuhnya pesawat masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh otoritas terkait. Faktor teknis, cuaca, hingga kemungkinan kesalahan prosedur pendaratan menjadi sejumlah aspek yang tengah dikaji. Pemerintah Bolivia memastikan akan membuka hasil investigasi secara transparan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.

Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan udara paling mematikan di Bolivia dalam beberapa tahun terakhir dan kembali menyoroti pentingnya keselamatan penerbangan militer, khususnya saat beroperasi di bandara dengan kondisi geografis ekstrem seperti El Alto. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional Kasus