Lansia Hilang Saat Mandi Sungai di Muara Kaman

Lansia Hilang Saat Mandi Sungai di Muara Kaman

Bagikan:

TENGGARONG – Peristiwa orang hilang kembali terjadi di wilayah perairan sungai di Kabupaten Kutai Kartanegara. Seorang warga lanjut usia dilaporkan tenggelam saat beraktivitas di sungai yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Insiden ini sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi warga dengan kondisi kesehatan tertentu.

Korban diketahui bernama Hairun (62), warga Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman. Ia dilaporkan hilang pada Sabtu (28/02/2026) setelah masuk ke sungai untuk mandi. Hingga sore hari, korban belum ditemukan dan upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Kapolsek Muara Kaman, Iptu Herwin, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban turun ke sungai seperti kebiasaan sehari-hari. Namun, setelah beberapa saat berada di dalam air, Hairun tidak kunjung muncul ke permukaan.

“Kapolsek Muara Kaman, Iptu Herwin mengatakan Hairun terjun ke sungai dan tak kunjung timbul.”

Situasi tersebut sontak membuat keluarga panik. Istri korban, Aspah (59), yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, langsung meminta pertolongan warga sekitar. Sayangnya, upaya awal untuk menyelamatkan korban tidak membuahkan hasil.

“Istri korban, Aspah (59) sempat berteriak meminta pertolongan tetapi korban tak berhasil diselematkan.”

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Hairun diketahui memiliki riwayat penyakit ayan atau epilepsi. Kondisi ini diduga kuat menjadi faktor yang menyebabkan korban kehilangan kendali saat berada di dalam air.

“Korban diketahui memiliki riwayat penyakit ayan (epilepsi). Diduga penyakitnya kambuh saat berada di dalam air,” kata Herwin.

Setelah menerima laporan, aparat kepolisian bersama unsur terkait segera melakukan upaya pencarian. Tim gabungan terdiri dari personel Polsek Muara Kaman, petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmatan), serta warga setempat yang mengenal kondisi sungai dengan baik.

“Pencarian telah dilakukan oleh petugas gabungan, terdiri dari Polsek Muara Kaman, Damkarmatan, dan warga sekitar.”

Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai di sekitar lokasi korban terakhir terlihat. Tim melakukan pencarian dengan metode penyisiran permukaan air dan area tepian sungai, mengingat arus sungai yang dapat membawa korban menjauh dari titik awal.

“Pencarian dilakukan dengan menyisir di area sungai,” sebutnya.

Wilayah Kecamatan Muara Kaman sendiri dikenal memiliki banyak aktivitas warga yang bergantung pada sungai, baik untuk mandi, mencuci, maupun transportasi. Namun, karakteristik sungai yang memiliki arus tidak menentu dan kedalaman yang bervariasi menyimpan potensi bahaya, terutama bagi lansia dan warga dengan riwayat penyakit tertentu.

Kapolsek Muara Kaman mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Ia menekankan pentingnya memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan sebelum turun ke air, serta tidak melakukan aktivitas sendirian.

“Kapolsek mengimbau agar warga berhati-hati saat beraktivitas di sungai.”

“Terutama bagi warga yang memiliki riwayat medis,“ tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap Hairun masih berlangsung. Aparat bersama warga berharap korban segera ditemukan. Peristiwa ini menjadi pengingat bersama bahwa aktivitas rutin di sungai tetap memerlukan kewaspadaan tinggi demi keselamatan jiwa. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Kasus