DOHA – Ketegangan kawasan Teluk kian meningkat setelah Kementerian Pertahanan Qatar mengumumkan keberhasilan militernya menembak jatuh dua pesawat pengebom Su-24 milik Iran pada Senin (02/03/2026). Insiden tersebut menjadi yang pertama kalinya Qatar merontokkan pesawat tempur Iran sejak konflik terbuka pecah pada 28 Februari 2026.
Dalam keterangan resminya, otoritas pertahanan Qatar menyatakan bahwa sistem pertahanan udara negara itu juga berhasil mencegat tujuh rudal balistik yang diluncurkan ke wilayahnya. Selain itu, lima drone yang disebut berasal dari Iran dihancurkan melalui operasi gabungan angkatan udara dan angkatan laut.
“Angkatan Bersenjata Qatar memiliki kemampuan dan sumber daya penuh untuk melindungi kedaulatan dan wilayah negara, dan untuk menanggapi dengan tegas setiap ancaman eksternal,” kata Kementerian Pertahanan Qatar dikutip dari CNN.
Pernyataan tersebut menegaskan sikap Doha yang menyatakan kesiapan penuh dalam menjaga integritas wilayahnya di tengah eskalasi konflik regional. Sejumlah laporan media internasional juga memperlihatkan asap tebal membumbung di langit ibu kota Qatar menyusul serangan rudal yang dilaporkan sebagai respons Iran atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran.
Asap terlihat membubung di langit Doha, Qatar, menyusul dilaporkannya serangan rudal Iran sebagai balasan atas serangan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Sabtu (28/02/2026). Foto-foto yang beredar menunjukkan situasi mencekam di sejumlah titik kota.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengindikasikan bahwa operasi militer terhadap Iran tidak akan berlangsung singkat. Ia memperkirakan rangkaian operasi tersebut dapat memakan waktu sekitar satu bulan.
“Prosesnya selalu memakan waktu empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat minggu,” ucap Trump dikutip dari Reuters.
“Prosesnya selalu sekitar empat minggu, jadi sekuat apa pun negara itu, ini negara besar, akan memakan waktu empat minggu atau kurang,” sambung dia.
Sementara itu, kabar dari Iran menyebutkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan tersebut. Informasi ini semakin memperkeruh situasi politik dan keamanan di kawasan.
Data terbaru dari Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan korban jiwa akibat serangan Israel-AS telah mencapai ratusan orang hingga Senin (02/03/2026). Lembaga kemanusiaan tersebut mengungkapkan skala serangan yang meluas ke berbagai wilayah.
“Kami melaporkan ada 131 kota di penjuru Iran diserang Zionis-AS sejak Sabtu (28/02/2026). Ada 555 kompatriot kami tewas,” kata kelompok humaniter Iran itu dikutip dari Agence France-Presse.
Perkembangan ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang awalnya dipicu oleh serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Keterlibatan Qatar secara langsung dalam menjatuhkan pesawat tempur Iran menunjukkan meluasnya dampak konflik ke negara-negara kawasan Teluk.
Sejumlah pengamat menilai, dinamika terbaru ini berpotensi memicu respons lanjutan dari pihak-pihak yang terlibat, sekaligus meningkatkan risiko ketidakstabilan regional. Di tengah ketegangan tersebut, komunitas internasional terus menyerukan deeskalasi guna mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas. []
Diyan Febriana Citra.

