WASHINGTON – Kunjungan klub sepak bola Amerika Serikat, Inter Miami CF, ke Gedung Putih menjadi sorotan publik setelah para pemainnya, termasuk megabintang sepak bola dunia Lionel Messi, bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Putih pada Jumat (06/03/2026) pagi WIB sebagai bagian dari tradisi penghormatan bagi tim juara kompetisi olahraga utama di Amerika Serikat.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk merayakan keberhasilan Inter Miami menjuarai kompetisi sepak bola tertinggi di Negeri Paman Sam, yakni Major League Soccer. Gelar tersebut diraih klub asal Florida itu pada Desember 2025 dan menjadi trofi MLS Cup pertama sepanjang sejarah tim.
Prestasi tersebut dinilai sebagai pencapaian penting bagi klub yang juga dimiliki oleh legenda sepak bola Inggris, David Beckham. Undangan ke Gedung Putih menjadi bentuk apresiasi pemerintah Amerika Serikat kepada tim yang berhasil menorehkan prestasi di kancah olahraga nasional.
Rombongan Inter Miami datang ke Washington sebelum menjalani pertandingan lanjutan liga melawan DC United yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (07/03/2026) waktu setempat. Dalam acara tersebut, para pemain berdiri di atas panggung saat Presiden Donald Trump memberikan sambutan kepada media dan tamu undangan.
Dalam pidatonya, Trump sempat berbagi cerita mengenai percakapannya dengan sang putra yang juga penggemar berat Lionel Messi. Ia mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa Messi akan hadir dalam acara tersebut.
“Anak saya (Barron) berkata, ‘Ayah, apakah ayah tahu siapa yang akan berada di sini hari ini?’ Saya menjawab, ‘Tidak, saya sedang memiliki banyak urusan,” ucap Trump.
Trump kemudian menambahkan bahwa putranya langsung menyebut nama Messi ketika mengetahui sang presiden akan bertemu dengan bintang sepak bola asal Argentina tersebut.
“Dia (Barron) berkata, ‘Messi!’ Dia penggemar besar Anda. Dia pikir Anda orang yang hebat dan saya rasa Anda sempat bertemu dengannya beberapa waktu lalu,” kata Trump.
Lionel Messi sendiri saat ini masih menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di kompetisi MLS. Penyerang berusia 38 tahun itu sebelumnya memperpanjang kontraknya bersama Inter Miami hingga 2028 pada Oktober 2025. Sebelum bergabung dengan klub Amerika tersebut, Messi sempat memperkuat raksasa Prancis, Paris Saint-Germain.
Karier Messi di MLS juga mencatatkan sejumlah pencapaian penting. Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah liga yang berhasil meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP) secara berturut-turut dalam dua musim. Prestasi tersebut semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah bermain di kompetisi tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga memuji perjalanan karier Messi yang terus mencatatkan rekor baru. Salah satu yang disoroti adalah keberhasilan Messi meraih total 47 trofi sepanjang karier profesionalnya, jumlah yang menjadi rekor terbanyak bagi pemain sepak bola internasional.
“Anda sebenarnya bisa pergi ke mana saja di dunia, ke tim mana pun di dunia, tetapi Anda memilih Miami. Saya hanya ingin berterima kasih karena telah membawa kami semua menikmati perjalanan ini,” kata Trump.
Trump bahkan sempat membandingkan Messi dengan legenda sepak bola dunia asal Brasil, Pelé, yang pernah ia saksikan bermain secara langsung di masa lalu.
“Saya seharusnya tidak mengatakan ini karena saya sudah tua, tetapi saya pernah menyaksikan Pele bermain. Saya tidak tahu, mungkin Anda lebih baik dari Pele. Pele memang sangat hebat,” ujarnya.
Pertemuan antara Messi, Inter Miami, dan Presiden Amerika Serikat tersebut menjadi momen simbolis yang menunjukkan semakin besarnya pengaruh sepak bola di Amerika. Keberhasilan Inter Miami menjuarai MLS Cup sekaligus menegaskan perkembangan pesat liga tersebut dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak kedatangan sejumlah bintang dunia.
Dengan kehadiran Messi dan dukungan tokoh-tokoh besar sepak bola internasional, MLS kini semakin mendapat perhatian luas dari publik global. []
Diyan Febriana Citra.

