JAKARTA – Aparat kepolisian menyiagakan ribuan personel gabungan untuk mengawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil di kawasan selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat (06/03/2026). Pengamanan tersebut dilakukan guna memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold EP Hutagalung, menjelaskan bahwa sebanyak 1.436 personel dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi tersebut. Personel itu berasal dari berbagai unsur, mulai dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga jajaran polsek di wilayah Jakarta Pusat.
“Sebanyak 1.436 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta Polsek jajaran dikerahkan untuk memberikan pelayanan agar kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman, tertib, dan kondusif,” kata Reynold dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (06/03/2026).
Menurut dia, pengamanan telah dipersiapkan sejak pagi hari melalui sejumlah langkah awal, termasuk pelaksanaan Tactical Wall Game (TWG) yang bertujuan memetakan potensi situasi di lapangan. Selain itu, seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan juga mengikuti apel kesiapan pada pukul 08.00 WIB.
Melalui simulasi tersebut, aparat keamanan dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi selama aksi berlangsung. Kepolisian juga menekankan kepada seluruh personel agar mengedepankan pendekatan yang lebih persuasif saat berhadapan dengan massa aksi.
“Sebagai langkah antisipasi serta pemetaan potensi dinamika massa di lapangan, seluruh personel diarahkan mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis,” ujar Reynold.
Ia menegaskan bahwa dalam pengamanan aksi tersebut, polisi tidak membekali personel dengan senjata api. Pendekatan yang digunakan dalam pengamanan lebih menitikberatkan pada pelayanan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapatnya secara terbuka.
“Kita hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat. Personel di lapangan tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional,” tutur Reynold.
Selain memastikan kesiapan aparat, kepolisian juga memberikan sejumlah imbauan kepada peserta aksi. Para orator dan massa demonstran diminta menjaga ketertiban serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu kericuhan.
Reynold mengingatkan agar peserta aksi tidak melakukan provokasi terhadap kelompok lain dan tetap menghormati pengguna jalan di sekitar lokasi demonstrasi. Ia juga meminta agar massa tidak menutup akses jalan umum yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Lebih lanjut, kepolisian menegaskan bahwa tindakan anarkis seperti pembakaran ban bekas maupun perusakan fasilitas publik tidak diperbolehkan selama aksi berlangsung. Kepolisian berharap demonstrasi dapat berjalan secara damai tanpa menimbulkan gangguan keamanan.
Selain kepada peserta aksi, imbauan juga disampaikan kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan Monas agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Kerja sama dari semua pihak dinilai penting agar situasi tetap kondusif.
Di sisi lain, aparat kepolisian juga telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi aksi. Pengalihan arus kendaraan akan dilakukan secara situasional sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Masyarakat yang hendak melintas di kawasan sekitar Monas disarankan mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan lalu lintas yang kemungkinan terjadi selama aksi berlangsung.
“Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan. Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ungkap Reynold.
Dengan pengamanan yang telah dipersiapkan tersebut, kepolisian berharap demonstrasi dapat berlangsung tertib serta tetap menghormati hak masyarakat lain yang beraktivitas di kawasan pusat ibu kota. []
Diyan Febriana Citra.

