WNI di Iran Mulai Dievakuasi Hari Ini

WNI di Iran Mulai Dievakuasi Hari Ini

Bagikan:

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mulai mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Proses pemulangan tersebut dilakukan secara bertahap setelah serangan militer yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran memicu kekhawatiran terhadap keselamatan warga asing, termasuk WNI yang berada di negara tersebut.

Langkah evakuasi ini dikoordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu). Berdasarkan data pemerintah, terdapat ratusan WNI yang masih berada di wilayah Iran saat konflik mulai meningkat.

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu Henny Hamidah menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan proses pemulangan yang dimulai pada Jumat (06/03/2026). Keputusan tersebut diambil setelah situasi keamanan di kawasan dinilai semakin tidak menentu.

“Evakuasi WNI dari Iran akan dimulai secara bertahap hari ini,” kata Henny Hamidah dalam keterangan pers di kantor Kemlu, Jumat (06/03/2026).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah mencatat sebanyak 329 WNI berada di Iran ketika serangan militer dimulai pada Sabtu (28/02/2026). Serangan tersebut meningkatkan ketegangan di kawasan dan mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah perlindungan terhadap warganya.

Instruksi untuk memulai proses evakuasi sebelumnya disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono setelah melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah. Pemerintah menilai langkah pemulangan diperlukan guna meminimalkan potensi risiko terhadap keselamatan WNI.

Pada tahap pertama, evakuasi dilakukan dengan memanfaatkan jalur darat menuju negara tetangga Iran, yakni Azerbaijan. Jalur tersebut dipilih karena dinilai lebih memungkinkan digunakan dalam situasi konflik yang masih berlangsung.

Henny menjelaskan bahwa pada tahap awal ini pemerintah akan mengevakuasi sebanyak 32 WNI dari Iran. Proses pemindahan warga dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi keamanan serta situasi di lapangan.

Menurutnya, proses evakuasi dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut. Pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan proses berjalan lancar.

Selain itu, pemerintah masih melakukan evaluasi terkait kemungkinan pelaksanaan evakuasi tahap berikutnya. Keputusan mengenai gelombang evakuasi selanjutnya akan diambil setelah melalui penilaian menyeluruh terhadap situasi keamanan di Iran serta kesiapan jalur evakuasi.

“KBRI Teheran akan melakukan engagement dan outreach kepada WNI di Teheran, baik yang tinggal menetap maupun yang sedang berada di wilayah Iran. KBRI akan terus beroperasi dan memberikan bantuan kepada WNI di Iran,” jelas Henny.

Peran Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran menjadi sangat penting dalam proses tersebut. Perwakilan diplomatik Indonesia di Iran bertugas mengoordinasikan komunikasi dengan para WNI, sekaligus memfasilitasi proses evakuasi bagi mereka yang ingin meninggalkan wilayah konflik.

Selain melakukan pendataan, KBRI juga aktif memberikan informasi terkini terkait kondisi keamanan di Iran serta langkah-langkah yang harus dilakukan oleh WNI apabila ingin mengikuti proses evakuasi.

Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan terhadap WNI di luar negeri tetap menjadi prioritas utama dalam situasi krisis internasional. Karena itu, Kemlu terus memantau dinamika konflik di kawasan Timur Tengah dan menyiapkan berbagai skenario penanganan jika situasi semakin memburuk.

Evakuasi ini juga dilakukan sebagai langkah antisipatif mengingat konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat berpotensi meluas. Ketegangan di kawasan tersebut dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan mobilitas warga sipil di berbagai wilayah Iran.

Melalui proses evakuasi bertahap ini, pemerintah berharap seluruh WNI yang berada di wilayah berisiko dapat memperoleh perlindungan maksimal serta kembali ke tanah air dengan aman. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional