KAIRO – Negara-negara anggota Liga Arab dijadwalkan menggelar pertemuan darurat pada Minggu (08/03/2026) guna membahas situasi keamanan kawasan menyusul serangan Iran terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk yang merupakan anggota organisasi tersebut. Pertemuan itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.
Pertemuan darurat tersebut akan dilaksanakan secara virtual melalui konferensi video dan dihadiri oleh para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Liga Arab. Agenda utama pertemuan adalah membahas respons bersama terhadap serangan Iran yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.
Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab, Hossam Zaki, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut diinisiasi oleh sejumlah negara anggota yang merasa terdampak langsung oleh perkembangan situasi keamanan di kawasan.
Permintaan penyelenggaraan rapat darurat ini diajukan oleh enam negara anggota, yakni Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Oman, Yordania, dan Mesir. Negara-negara tersebut menginginkan adanya pembahasan bersama mengenai langkah yang dapat diambil untuk merespons eskalasi konflik yang terjadi.
Dilansir dari kantor berita AFP pada Sabtu (07/03/2026), Hossam Zaki menyampaikan bahwa pertemuan akan dilakukan secara daring mengingat situasi yang membutuhkan respons cepat dari para negara anggota.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri meningkat sejak serangan udara besar-besaran dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 lalu. Serangan tersebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya konflik terbuka antara pihak-pihak yang terlibat.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran kemudian melancarkan serangan balasan. Target serangan tidak hanya ditujukan ke wilayah Israel, tetapi juga menyasar sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di beberapa negara Teluk.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan yang selama ini telah diliputi berbagai ketegangan politik dan militer.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit juga telah menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan militer yang dilakukan oleh Iran. Ia menilai serangan tersebut sebagai langkah yang dapat memperburuk stabilitas kawasan.
Dalam pernyataannya, Ahmed Aboul Gheit menyebut tindakan Iran sebagai sesuatu yang tidak dapat dibenarkan.
Ia mengatakan bahwa serangan tersebut “sangat tercela”. Selain itu, ia juga menilai serangan terhadap negara-negara Teluk sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Ia menyebut serangan Iran terhadap negara-negara Teluk itu “bukan hanya pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, tetapi juga serangan terhadap prinsip-prinsip bertetangga baik.”
Lebih lanjut, Aboul Gheit memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat memperburuk hubungan antara Iran dan negara-negara Arab di kawasan.
Ia menilai situasi yang tercipta akibat serangan tersebut berpotensi memicu ketegangan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ia menambahkan bahwa serangan tersebut “menciptakan keadaan permusuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Iran dan negara-negara tetangga Arabnya.”
Dalam pernyataan yang sama, Aboul Gheit juga mendesak Iran untuk segera menghentikan serangan yang dilancarkan agar situasi tidak semakin memburuk.
“Ini adalah kesalahan strategis Iran yang serius, yang saya harap akan mereka perbaiki dengan segera menghentikan serangan ini,” tegas Sekjen Liga Arab itu.
Pertemuan darurat para Menteri Luar Negeri Liga Arab diharapkan dapat menghasilkan sikap bersama terkait langkah diplomatik maupun kebijakan yang perlu diambil guna meredam ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah. []
Diyan Febriana Citra.

