JAKARTA – Peristiwa tenggelamnya seorang anak di Kali Sunter, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, pada Minggu (08/03/2026) sore dipastikan bukan akibat tindak kekerasan. Kepastian tersebut disampaikan pihak kepolisian setelah dilakukan pemeriksaan medis terhadap korban di fasilitas kesehatan setempat.
Kapolsek Pademangan AKP Daniel Dirgala mengatakan, hasil pemeriksaan dokter di Puskesmas Pademangan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa usai tenggelam di aliran Kali Sunter.
“Berdasarkan pemeriksaan dokter di Puskesmas Pademangan tidak ada tanda-tanda aksi kekerasan di tubuh korban alias nihil,” kata Kapolsek Pademangan AKP Daniel Dirgala di Jakarta, Senin (09/03/2026).
Korban diketahui merupakan seorang anak berinisial HDS (10). Ia dilaporkan tenggelam saat berenang di Kali Sunter yang berada di perbatasan wilayah Kecamatan Tanjung Priok dan Kecamatan Pademangan.
Daniel menjelaskan bahwa setelah menerima laporan mengenai adanya anak yang tenggelam, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian. Di tempat tersebut, polisi berkoordinasi dengan tim penyelamat untuk melakukan pencarian terhadap korban.
Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan pengumpulan informasi dari sejumlah pihak yang berada di lokasi saat kejadian. Keterangan saksi diperoleh dari teman-teman korban, warga sekitar, serta keluarga korban.
“Kemudian, petugas mengambil keterangan dari sejumlah saksi baik dari rekan korban, warga sekitar dan keluarga korban,” kata Daniel.
Menurut keterangan saksi yang berada di lokasi, kejadian bermula ketika salah satu teman korban, berinisial JRY, sedang berenang di tepi Kali Sunter sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban datang ke lokasi dan melihat temannya sedang bermain air.
Melihat temannya berenang, korban kemudian ikut turun ke dalam kali. Namun diduga korban tidak memiliki kemampuan berenang sehingga tidak dapat bertahan di air dan akhirnya tenggelam.
Kejadian tersebut sempat disaksikan oleh saksi lain berinisial WR yang kebetulan melintas di sekitar lokasi. Ia mendengar teriakan meminta pertolongan dari anak-anak yang berada di tepi kali.
Mendengar teriakan tersebut, saksi langsung berusaha memberikan bantuan dengan melompat ke dalam kali untuk menyelamatkan korban. Namun upaya penyelamatan tidak berhasil karena korban sudah terbawa arus yang cukup deras.
Setelah korban dinyatakan hilang di dalam aliran sungai, warga bersama petugas kemudian melakukan pencarian. Proses pencarian berlangsung selama beberapa waktu hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 17.52 WIB. Setelah ditemukan, korban langsung dibawa ke Puskesmas Pademangan untuk dilakukan pemeriksaan medis guna memastikan kondisi korban.
“Menurut keterangan dokter puskesmas korban sudah meninggal dunia,” kata Daniel.
Sebelumnya, petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu juga terlibat dalam proses pencarian korban. Tim penyelamat tersebut diterjunkan setelah warga melaporkan kejadian tersebut.
Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengatakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.
“Korban ini ditemukan petugas dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, korban awalnya bermain air bersama teman-temannya di sekitar kali. Namun tak lama kemudian korban terseret arus dan menghilang di dasar sungai.
“Saat tahu korban hilang, rekan-rekannya meminta pertolongan kepada warga dan warga menghubungi Gulkarmat,” kata dia.
Sementara itu, pihak keluarga korban diketahui menolak dilakukan visum terhadap jenazah. Keluarga memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan berencana memakamkan korban di kampung halaman keluarga.
“Rencananya korban akan dimakamkan di kampung halaman keluarga,” ujarnya. []
Diyan Febriana Citra.

