Trump Klaim Perang dengan Iran Hampir Berakhir

Trump Klaim Perang dengan Iran Hampir Berakhir

Bagikan:

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa konflik militer antara negaranya dan Iran mendekati akhir. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah situasi keamanan yang masih memanas di kawasan Timur Tengah.

Dalam keterangannya kepada media Amerika Serikat, Trump menilai operasi militer yang dilakukan telah mencapai tahap akhir. Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci langkah diplomasi atau mekanisme penyelesaian yang akan diambil untuk mengakhiri konflik tersebut.

“Saya pikir perang ini sudah sangat lengkap, hampir. Mereka tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara,” kata Trump kepada CBS News melalui telepon, dikutip dari AFP, Senin (09/03/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan keyakinan Trump bahwa kekuatan militer Iran telah melemah secara signifikan dalam konflik yang berlangsung beberapa waktu terakhir. Namun hingga kini, belum ada kejelasan mengenai kesepakatan atau jalur negosiasi yang dapat secara resmi mengakhiri perang tersebut.

Trump juga menyebut bahwa perkembangan konflik berjalan lebih cepat dari perkiraan awal pemerintahannya. Sebelumnya, ia sempat menyampaikan bahwa operasi militer kemungkinan berlangsung selama empat hingga lima pekan. Namun menurutnya, situasi di lapangan kini telah bergerak lebih jauh dari proyeksi tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat sendiri belum mengumumkan secara resmi kerangka penyelesaian konflik ataupun kemungkinan kesepakatan damai antara kedua negara.

Pada hari yang sama dengan pernyataannya mengenai konflik Iran, Trump juga melakukan komunikasi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Percakapan kedua pemimpin negara tersebut membahas sejumlah isu geopolitik, termasuk perkembangan konflik di Iran dan perang di Ukraina.

Menurut keterangan pemerintah Rusia, pembicaraan tersebut berlangsung secara terbuka dan konstruktif. Kedua pihak disebut membahas berbagai aspek terkait dinamika keamanan internasional yang sedang berlangsung.

Kremlin menyampaikan bahwa konflik Iran menjadi salah satu fokus utama pembahasan dalam komunikasi antara kedua pemimpin tersebut.

“Penekanan diberikan pada situasi seputar konflik dengan Iran dan negosiasi bilateral yang sedang berlangsung dengan perwakilan Amerika Serikat untuk menyelesaikan masalah Ukraina,” kata penasihat diplomatik Putin, Yuri Ushakov, seperti dikutip kantor berita Rusia.

Meski demikian, detail isi percakapan antara Trump dan Putin tidak dipublikasikan secara rinci. Belum diketahui apakah pembahasan tersebut juga mencakup upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Iran dikhawatirkan dapat memicu eskalasi yang lebih luas dan berdampak pada keamanan global.

Selain itu, perang yang berlangsung di Ukraina juga masih menjadi isu utama dalam hubungan internasional. Kondisi ini membuat sejumlah negara besar terus melakukan komunikasi diplomatik untuk membahas kemungkinan penyelesaian konflik.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai kesepakatan baru yang dapat mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan Trump sendiri dinilai sebagai gambaran optimisme pemerintahannya terhadap perkembangan situasi di lapangan.

Para pengamat internasional menyebut bahwa stabilitas kawasan sangat bergantung pada langkah diplomasi yang akan ditempuh oleh negara-negara besar dalam waktu dekat. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional