TORONTO – Insiden penembakan terjadi di gedung Konsulat Amerika Serikat di Toronto, Kanada, pada Selasa (10/03/2026) dini hari waktu setempat. Peristiwa tersebut membuat aparat keamanan Kanada meningkatkan kewaspadaan karena menyasar fasilitas diplomatik milik negara lain.
Kepolisian Toronto menetapkan kejadian tersebut sebagai insiden yang berkaitan dengan keamanan nasional. Aparat penegak hukum langsung melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku serta motif di balik penembakan tersebut.
Berdasarkan laporan awal kepolisian, dua orang pria tidak dikenal mendatangi gedung konsulat yang berada di pusat Kota Toronto sekitar pukul 04.30 pagi. Keduanya diketahui datang menggunakan sebuah kendaraan jenis SUV berwarna putih.
Setelah tiba di lokasi, kedua pria tersebut turun dari kendaraan lalu melepaskan beberapa tembakan menggunakan senjata api ke arah bangunan konsulat. Aksi tersebut berlangsung cepat sebelum mereka kembali meninggalkan lokasi.
Wakil Kepala Kepolisian Toronto Frank Barredo mengatakan bahwa saat kejadian terdapat sejumlah orang di dalam gedung konsulat. Meski demikian, bangunan tersebut memiliki sistem keamanan yang sangat kuat sehingga tidak menimbulkan korban.
“Bangunan ini memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi, sangat kokoh, dan tidak ada cedera yang dilaporkan,” ujar Barredo kepada wartawan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, insiden tersebut tetap dianggap serius oleh otoritas Kanada karena menyasar kantor perwakilan diplomatik Amerika Serikat. Oleh karena itu, Kepolisian Federal Kanada atau Royal Canadian Mounted Police (RCMP) turut mengambil alih penanganan penyelidikan.
Kepala Superintenden RCMP Chris Leather menyatakan bahwa status insiden ini dikategorikan sebagai ancaman terhadap keamanan nasional. Hal tersebut didasarkan pada fakta bahwa sasaran penembakan adalah fasilitas diplomatik.
Namun hingga saat ini pihak berwenang masih menyelidiki apakah aksi tersebut berkaitan dengan terorisme atau tidak.
“Apakah ini merupakan (peristiwa) teroris, itu akan menjadi subjek penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh, RCMP bekerja sama dengan sejumlah lembaga keamanan lainnya. Di antaranya adalah Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) serta badan intelijen luar negeri Kanada, Canadian Security Intelligence Service (CSIS).
Kerja sama lintas lembaga ini dilakukan guna mengidentifikasi pelaku sekaligus menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang terlibat dalam serangan tersebut.
Sementara itu, sebagai langkah pencegahan, pihak keamanan Kanada langsung memperketat pengamanan di berbagai fasilitas diplomatik. Langkah ini dilakukan tidak hanya di Toronto, tetapi juga di Ottawa sebagai ibu kota negara.
Gedung-gedung diplomatik milik Amerika Serikat dan Israel menjadi fokus peningkatan pengamanan. Aparat menilai fasilitas-fasilitas tersebut berpotensi menjadi sasaran karena situasi geopolitik global yang sedang memanas.
“Saya pikir cukup jelas berdasarkan insiden di Toronto dan tempat lain bahwa konsulat-konsulat ini layak mendapatkan kewaspadaan dan keamanan yang ditingkatkan saat ini,” kata Leather.
Insiden ini juga terjadi setelah kawasan di sekitar Konsulat AS sebelumnya menjadi lokasi demonstrasi pada akhir pekan lalu. Sejumlah massa melakukan aksi protes terhadap konflik di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Selain itu, kekhawatiran meningkat karena dalam beberapa hari terakhir terjadi serangkaian penembakan di tiga sinagoge di wilayah Toronto. Meskipun tidak menimbulkan korban luka, kejadian tersebut menambah perhatian aparat keamanan.
Polisi masih menyelidiki apakah rangkaian peristiwa tersebut memiliki hubungan satu sama lain. Namun pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka tidak menutup kemungkinan adanya keterkaitan.
“Namun, kami tidak melihat (insiden-insiden tersebut) secara terpisah. Kami melihatnya secara kolektif,” tambah Barredo.
Konsulat Amerika Serikat di Toronto sendiri berada di University Avenue, salah satu jalan utama di kota tersebut. Kawasan ini dikenal sebagai pusat berbagai fasilitas penting, termasuk sejumlah rumah sakit besar dan akses menuju gedung legislatif Provinsi Ontario.
Hingga kini aparat keamanan masih terus melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku serta motif di balik penembakan tersebut. Polisi juga meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian itu untuk segera melapor guna membantu proses penyelidikan. []
Diyan Febriana Citra.

