Trump Klaim AS Bom Pulau Kharg Iran

Trump Klaim AS Bom Pulau Kharg Iran

Bagikan:

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa militer negaranya telah melancarkan serangan udara besar terhadap sejumlah sasaran militer di Pulau Kharg, wilayah strategis milik Iran. Serangan tersebut diklaim sebagai bagian dari upaya Washington menekan aktivitas militer Teheran sekaligus menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan Teluk.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di Washington, D.C. pada Jumat (13/03/2026). Ia menyebut operasi militer itu secara khusus menyasar target militer yang berada di pulau tersebut.

Dalam keterangannya, Trump juga memperingatkan Iran agar tidak mengganggu arus kapal yang melintasi Selat Hormuz. Menurutnya, Amerika Serikat tidak akan ragu mengambil langkah yang lebih keras apabila jalur pelayaran strategis tersebut terganggu.

Melalui unggahan di media sosial, Trump mengeklaim bahwa operasi militer yang dilakukan oleh United States Central Command (CENTCOM) merupakan salah satu serangan udara paling kuat yang pernah terjadi di kawasan Timur Tengah.

“Komando Pusat WE telah melaksanakan salah satu serangan bom paling kuat dalam sejarah Timur Tengah, dan sepenuhnya memusnahkan setiap target militerdi permata mahkota Iran, Pulau Kharg,” tulis Trump.

Meski demikian, Presiden AS itu menyatakan bahwa pemerintahannya untuk sementara memilih tidak menyerang fasilitas produksi minyak di pulau tersebut. Infrastruktur energi di Pulau Kharg diketahui menjadi tulang punggung perekonomian Iran.

Trump menegaskan bahwa keputusan tersebut bisa berubah apabila Iran melakukan tindakan yang dianggap mengancam stabilitas jalur perdagangan internasional.

“Saya telah memilih untuk tidak menyapu bersih infrastruktur minyak di pulau tersebut. Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan apa pun untuk mengganggu lalu lintas kapal yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkannya kembali,” ucap Trump.

Pulau Kharg sendiri memiliki arti strategis bagi industri energi Iran. Terletak sekitar 30 kilometer dari daratan utama negara tersebut, pulau ini berfungsi sebagai pusat utama ekspor minyak mentah Iran.

Data dari JPMorgan Chase menunjukkan bahwa sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran dikelola melalui terminal yang berada di pulau tersebut. Dengan posisi tersebut, Pulau Kharg menjadi salah satu titik vital dalam rantai pasokan energi global.

Karena peran strategis itu pula, setiap operasi militer yang terjadi di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap pasar energi dunia. Lembaga keuangan tersebut memperingatkan bahwa serangan langsung terhadap fasilitas minyak di Pulau Kharg bisa menghentikan sebagian besar ekspor minyak Iran.

“Serangan langsung akan segera menghentikan sebagian besar ekspor minyak mentah Iran, yang kemungkinan besar akan memicu pembalasan parah di Selat Hormuz atau terhadap infrastruktur energi regional,” ungkap JP Morgan.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri meningkat sejak konflik antara Amerika Serikat dan sekutunya dengan Iran memanas pada akhir Februari lalu. Sejumlah serangan balasan dilaporkan terjadi di berbagai titik strategis yang berdekatan dengan jalur perdagangan energi.

Situasi tersebut turut mempengaruhi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur laut yang menjadi salah satu rute energi paling penting di dunia. Diperkirakan sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair global melewati perairan tersebut.

Gangguan terhadap jalur pelayaran ini telah menimbulkan kekhawatiran di pasar energi internasional. Di Amerika Serikat, harga bahan bakar dilaporkan ikut terdampak akibat ketidakpastian pasokan energi global.

Menanggapi kondisi tersebut, Trump mengatakan pemerintahannya akan meningkatkan pengamanan di wilayah perairan strategis itu. Ia menyebut Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz dalam waktu dekat.

Langkah itu disebut bertujuan memastikan jalur perdagangan tetap aman sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi global.

Secara historis, Pulau Kharg mulai dikembangkan secara intensif pada dekade 1960-an hingga 1970-an ketika Iran memperluas industri minyaknya. Lokasi tersebut dipilih karena sebagian besar pesisir Iran lainnya memiliki perairan yang terlalu dangkal untuk disandari kapal tanker berukuran besar.

Dengan kapasitas pelabuhan yang mampu menampung kapal-kapal tanker raksasa, Pulau Kharg kemudian berkembang menjadi salah satu pusat ekspor minyak terbesar di kawasan Teluk Persia. Kondisi inilah yang menjadikan pulau tersebut memiliki nilai strategis tinggi, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional