Rusia Gempur Ukraina dengan 948 Drone dalam Sehari

Rusia Gempur Ukraina dengan 948 Drone dalam Sehari

Bagikan:

KYIV – Gelombang serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Rusia dalam 24 jam terakhir memperparah krisis kemanusiaan di Ukraina, dengan total 948 drone menghantam berbagai wilayah dan menyebabkan korban jiwa serta kerusakan fasilitas sipil, termasuk situs bersejarah dan layanan kesehatan.

Serangan intensif ini terjadi sejak Selasa (24/03/2026), mencakup serangan siang dan malam yang tidak biasa. Angkatan Udara Ukraina melaporkan sedikitnya 556 drone dikerahkan pada siang hari, menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya. Sebelumnya, gelombang serangan malam juga menewaskan lima orang dengan melibatkan 392 drone dan 34 rudal.

Dampak serangan tidak hanya dirasakan pada korban manusia, tetapi juga menghantam infrastruktur penting. Di Kota Lviv, bangunan biara Bernardine abad ke-16 yang termasuk dalam situs Warisan Dunia United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Api dilaporkan melalap bangunan di sekitar area bersejarah tersebut.

Kepala wilayah Lviv, Maksym Kozytskyi, menyebut puluhan warga terdampak dalam insiden itu.

“32 orang terluka dalam insiden tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, di wilayah Ivano-Frankivsk, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka, termasuk seorang anak berusia enam tahun. Sejumlah bangunan publik, termasuk rumah sakit bersalin, turut mengalami kerusakan akibat serangan.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menilai eskalasi serangan ini sebagai indikasi belum adanya niat damai dari Rusia.

“Skala serangan terbaru ini jelas menunjukkan bahwa Rusia tidak memiliki niat untuk benar-benar mengakhiri perang ini,” ujar Zelensky.

Juru Bicara Angkatan Udara Ukraina, Yurii Ihnat, menjelaskan pola serangan dilakukan dari arah utara dengan formasi drone yang menyerupai kolom panjang.

“Geografi serangan pada siang hari jauh lebih luas daripada saat malam hari. Dapat dikatakan ini adalah salah satu serangan terbesar dalam periode 24 jam,” jelasnya, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa, (24/03/2026).

Meski sebagian besar drone dan rudal berhasil ditembak jatuh, sejumlah serangan tetap mengenai target di darat dan menimbulkan kerusakan signifikan. Situasi ini terjadi di tengah mandeknya upaya diplomasi internasional untuk mengakhiri konflik.

Ibu Negara Ukraina, Olena Zelenska, turut menyuarakan keprihatinan atas kondisi tersebut dan mengingatkan dunia agar tidak mengabaikan tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung.

“Di tengah berita yang membanjiri dunia setiap hari, kami tidak akan membiarkan duka Ukraina hilang, menjadi sekadar statistik, atau judul berita yang dilewati begitu saja,” tulis Zelenska.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Rusia terkait serangan udara skala besar tersebut. Situasi di sejumlah wilayah Ukraina masih dalam kondisi siaga dengan potensi serangan lanjutan yang belum dapat dipastikan. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang